10 September, Bupati-Wakil Bupati SBT Tetap Dilantik

10 September, Bupati-Wakil Bupati SBT Tetap Dilantik

Ambon - Pasangan Abdullah Vanath-Siti U Suruwaky tetap akan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) periode 2010-2015, Jumat (10/9) kendati bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1431 H.

Gubernur Maluku, KA Ralahalu tetap akan melantik Abdullah Vanath-Siti U Suruwaky sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten SBT dalam sidang paripurna istimewa DPRD SBT usai pelaksanaan salat Idul Fitri 1431 H.

Rencana pelantikan tersebut tetap dilaksanakan, walaupun ada desakan Aliansi Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Kabupaten Seram Bagian Timur (APPM-SBT) yang meminta Ralahalu untuk meninjau lagi pelantikan tersebut.

Kepala Biro Pemerintahan Setda Maluku, Michael Rumadjak kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/9) menegaskan pelantikan tersebut tetap akan dilakukan tanpa ada pertimbangan apapun yang harus membatalkannya.

"Tetap dilakukan pelantikan. Masalah pidana itu harus dibedakan dengan masalah politik terutama pemilihan kepala daerah, sebab sengketa pilkada itu harus di Mahkamah Konstitusi (MK)," tandasnya.

Menurut Rumadjak, pelaksanaan pelantikan yang bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1431 H merupakan hadiah terindah yang belum pernah diperoleh oleh umat Islam di Kabupaten SBT.

Sebelumnya Gubernur Maluku, KA Ralahalu didesak untuk segera meninjau ulang rencana pelantikan Abdullah Vanath-Siti U Suruwaky sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) periode 2010-2015 yang akan dilakukan 10 September 2010 mendatang.

Desakan tersebut dilontarkan Aliansi Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten SBT dalam aksi demonya yang digelar didepan Kantor Gubernur Maluku, Senin (6/9).

Dalam aksinya, mereka meminta Sikap tegas dan klarifikasi Gubernur Maluku yang akan melantik upati SBT 2010-1015 pada momentum Salat Idul Fitri 1431 H tepatnya tanggal 10 September 2010 dinilai sebagai langkah pelecehan terhadap hari kemenangan/besar umat Islam yang dapat menimbulkan kondisi instabilitas di Kabupaten SBT yang berjuluk Ita Wotu Nusa.

Mereka juga Mendesak Gubernur Maluku agar dapat menurunkan karateker/Penjabat Bupati Kabupaten SBT agar karateker dapat menyelesaikan dan menata problem maupun persoalan yang terjadi di Kabupaten SBT sebagaimana masa akhir jabatan Bupati SBT 2005-2010 akan berakhir pada tanggal 10 September 2010 guna dapat memberikan pelayanan publik yang maksimal terhadap kebutuhan masyarakat Kabupaten SBT. (S-35)



Berita Terkait


Ambon