Gaya Hidup ›› 2010, Jalan Piru-Taniwel Rampung

2010, Jalan Piru-Taniwel Rampung

Ambon - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Anthonius Sihaloho memastikan, jalan lingkar Piru-Taniwel dengan panjang 70 kilometer dipastikan pada akhir Mei 2010 akan rampung.

Hal ini diungkapkan Sihaloho kepada wartawan disela-sela perayaan Hari Bhakti PU ke-34 di Loby Kantor Dinas PU Maluku, Kamis (3/12)

Menurutnya, untuk jalan dari Piru-Pelita Jaya dengan panjang 15 kilometer itu sudah di Hotmix, sedangkan sisanya Pelita Jaya Taniwel sepanjang 17 kilometer juga sudah di Hotmix, sementara sisanya 33 kilometer saat ini sementara dikerjakan oleh PT Nindya Karya yang mana kontraknya sampai dengan Mei 2010 harus selesai.

"Ini diharapkan nantinya akhir Mei jalan dari Piru-Pelita Jaya hingga Taniwel itu semuanya sudah menggunakan aspal beton, dan dapat di manfaatkan oleh masyarakat disana, "terang sihaloho.

Untuk itu, Sihaloho mengharapkan, agar masyarakat disana khususnya masyarakat Taniwel dapat bersabar hingga nanti pada akhir bulan Mei 2010 baru dapat menikmati lintas jalan tersebut.

Menurutnya, masalah pembebaskan tanah merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maluku dalam membangun infrastruktur di Maluku, seperti Pembangunanan Jembatan Merah Putih.

"Hari ini (kemarin-red) tanggal 3 Desember merupakan hari bhakti PU yang ke- 64 dimana dengan umur yang sudah semakin mapan ini tugas-tugas PU kedepan sangatlah berat, terutama untuk membangun infrastruktur khususnya di Maluku.

Dia Mengakui, pembangunan Infrastruktur di Maluku di banding dengan daerah lain di Indonesia mengalami keterlambatan, sehingga program infrastruktur kedepan untuk Maluku ini, harus ada langkah-langkah percepatan, sehingga infrastruktur di Maluku ini dapat sesuai dengan daerah-daerah lain atau diprovinsi-provinsi lain di Indoensia.

"Sebagaimana diketahui tugas pokok PU adalah melaksanakan infrstruktur dibidang ke PU. Secara garis besar ada tiga bagian yakni pada bidang pengairan, jalan dan cipta karya,"terang Sihaloho.

Masih kata Sihaloho, untuk Bendungan Waigeren yang dibangun di Buru, pekerjaannya dilaksanakan oleh Balai sungai, dimana jalur bagian kirinya sudah berfungsi, sementara bagian kanannya sementara direncanakan untuk dikembangkan, sehingga nantinya pada bagian kanan ini bendungan Waigeren tersebut dapat mengairi lebih dari 3000 hektar sawah di Pulau Buru. Ini semua dalam rangka menunjang Swasembada pangan.

Ia mengharapkan, program Pemerintah Daerah Maluku nantinya pada 2013 itu bisa swasembada pangan, sehingga PU khususnya bidang sumberdaya air mendukung sepenuhnya dalam program ini.

Sedangkan berapa luas bendungan ini, untuk sisi bagian kanannya kata Sihaloho, sesuai program itu luasnya sekitar 1500 Hektar yang lagi direncanakan oleh Balai sungai.

Sementara untuk bendungan Waikobi dan Waisamal, tambah Sihaloho, saat ini pekerjaannya sementara dilanjutkan dan diharapkan pada akhir tahun 2010 mendatang semua bendungan irigasi di Pulau Seram itu bisa berfungsi, sehingga program swasembada pangan di Maluku dapat ditepati. (S-21)



Berita Terkait


Ambon