Daerah ›› 20 Mei Kemenristekdikti Bahas Blok Masela

20 Mei Kemenristekdikti Bahas Blok Masela


Ambon - Dipastikan pada Jumat (20/5) mendatang, Kementerian Ristet dan Teknologi (Kemenristekdikti) telah menjadwalkan pertemuan bersama dengan Komisi VII DPR RI dan me­libatkan beberapa kelembagaan ter­kait, untuk membahas roadmap pe­nye­diaan Sumber Daya Manusia (SD­M) untuk pengelolaan Blok Masela.

Anggota Komisi VII DPR RI asal Maluku, Mercy Barends mengaku, rapat komisi sebelum reses, telah dibangun percakapan yang sangat intens terkait dengan bagaimana membangun kerja sama dan roadmap yang terarah untuk SDM Blok Masela.

“Hal ini perlu dibahas karena, 10 tahun yang akan datang diharapkan Blok Masela sudah bisa running atau produksi, maka kesedian SDM sudah harus dilakukan mulai sekarang,” kata Barands kepada wartawan di Ambon, Selasa (10/5).

Dikatakan, untuk  pertemuan-pertemuan terbatas, mulai dilakukan bersama dengan pihak Unpatti dan  Pemprov Maluku guna melakukan pembahasan yang lebih terpadu. Hla ini dikarenakan pemprov tidak bisa berjalan sendiri, Kemenristekdikti juga jalan sendiri maupun dan Inpex serta SKK Migas jalan sendiri.

Untuk itu Menristekdikti lang­sung memberi penugasan untuk persiapan dini roadmap SDM Blok Masela yang akan ditangani lang­sung oleh Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti.

Selain itu pertemuan pasca rapat juga telah dilakukan dan yang dise­pakati adalah, dilakukan percakapan dengan pemerintah daerah agar tidak terjadi saling tabrak dalam pe­nyusunan anggaran. Selain itu apa yang diharapkan dari pihak kemen­terian kemudian apa roadmapnya serta bagaimana programnya ada itu masing-masing akan menyampai­kannya.

“Gubernur sudah setuju, awalnya Kemenristekdikti usulkan untuk kita duduk bersama pada Selasa (17/5) namun kemudian dialihkan pada Jumat (20/5), karena gubernur juga ingin hadir dan menyambut posifit pertemuan tersebut,” ungkapnya.

Dari aspek pendidikan formal maupun non formalnya kata Ba­rends, pengembangan program-program studi di perguruan tinggi  swasta maupun negeri di Maluku, semuanya akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Hal ini juga sudah termasuk dengan pengiriman siswa-siswi asal Maluku ke perguruan tinggi lain di luar Maluku maupun sampai ke tingkat interna­sional. Hal ini juga akan dibicarakan sehingga kerangka ini sementara disiapkan. “Pada tanggal 20 nanti semoga saja ada satu skema dalam bentuk roadmap yang sifatnya konfer­hensif, dimana masing-masing dapat memberikan kontribusi terbaik saat pertemuan tersebut, guna kesiapan SDM,” tukasnya.

Menurutnya, beberapa catatan yang sangat intens ialah, Maluku harus bisa belajar dari PT Freeport, belajar dari peru­sahaan pertamba­ngan di daerah lain, ke­ti­ka peru­sahaan itu dibuka, maka mas­yarakat lokal akan terpinggirkan. Bukan kesejahteraan sosial masyarakat yang dipikirkan, namun  banyak sekali dampak  kerusakan lingku­ngan akan terjadi dan hal ini harus jadi perhatian bersama.

“Kalau kerangka kerja bisa disediakan sedini mungkin, maka resiko yang akan terjadi bisa di minimalisir. Oleh sebab itu, melalui pertemuan nanti diharapkan semua yang direncanakan, bisa terwujud dalam roadmap tersebut. (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon