Ambon - 22.638 ton beras saat ini masih tersimpan di gudang milik Perum Divre Bulog Maluku dan Maluku Utara. Jumlah itu dapat mencukupi hingga enam bulan ke depan kebutuhan masyarakat.
Kepala Perum Divre Bulog Maluku dan Maluku Utara Nono Sudiyono kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (9/9) merincikan jumlah tersebut sementara ditampung di beberapa gudang Bulog, yakni gudang Bulog Ambon sebanyak 14.229 ton, gudang Bulog Ternate sebanyak 5.440 ton, dan gudang Bulog Tual 2.969 ton.
"Persediaannya untuk Maluku bisa bertahan sampai enam bulan mulai September hingga Februari 2010 mendatang," tukasnya.
Dipastikan minggu depan ada lagi penambahan persediaan yang didistribusi dari Makassar, Sulawesi Selatan. Dirinya kembali merincikan jatah beras untuk Ambon sebanyak 4.400 ton, sementara pertengahan Oktober Ternate bakal dijatahi 4.500 ton, selanjutnya Tual akan ditambahi 1.500 ton.
"Tual dan Ambon mendapatkan beras dari Sulsel sementara untuk Ternate mendapatkan beras dari Jawa Timur," ungkapnya.
Dengan persediaan begitu banyak, Nono mengungkapkan optimismenya bila tak akan terjadi lonjakan harga akibat permintaan meningkat saat perayaan hari besar keagamaan.
"Mengenai lonjakan harga, saya pikir juga tidak ada karena berdasarkan hasil pemantauan, harganya stabil karena di Sulsel panen sementara berlangsung begitu juga di Jawa Timur," terangnya.
Indikator yang dipakai, makin besar pemasokan beras maka harganya dapat dikendalikan. Namun kemungkinan harga beras turun, dijawabnya bila itu tak mungkin. Alasannya musim panen akan segera berakhir.
"Sementara dari Buru sendiri, pengadaannya 2.050 ton untuk beras lokal yang akan didistribusi di gudang Bulog Buru dan kita simpan disana untuk kita salurkan bagi kebutuhan masyarakat di Pulau Buru," tandasnya.
Menurutnya, Pulau Buru ini memiliki potensi cukup besar sebagai produsen beras. Sayangnya, masih terkendala masalah transportasi.
"Transportasi saja yang belum memadai dan biasanya kita beli dari petani Buru sesuai dengan harga Inpres Buru sebesar Rp 4500 per kilo," jelasnya. (S-16)