Adrian Maun Belum Ditahan, Komisi A Minta Latuconsina Diperiksa

Adrian Maun Belum Ditahan, Komisi A Minta Latuconsina Diperiksa

Ambon - Informasi adanya penahanan terhadap Ketua Panitia Lelang belasan proyek fisik di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Adrian Maun dibantah Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanes Huwae.

"Dia memang sudah dua kali diperiksa namun penetapan yang bersangkutan sebagai tersangka itu belum dilakukan, sebab masih panjang penyelidikan yang harus dilakukan terhadapnya. Tidak benar itu, kasusnya saja masih lidik masih panjang pemeriksaan," jelas Huwae kepada Siwalima di ruang kerjanya, Senin (13/9).

Dikatakan, pengusutan kasus pemalsuan pengumuman lelang senilai Rp 240 miliar difokuskan ke Adrian Maun. Pasalnya dia adalah orang yang paling bertanggung jawab dan berperan penting dalam pengumuman belasan proyek fisik di Media Indonesia itu.

Tidak hanya Maun ada juga Kadis PU Bursel, Ventje Kulibongso dan Penjabat Bupati, Jusuf Latuconsina yang hingga kini belum diperiksa penyidik Polda Maluku.

Menyangkut Latuconsina yang pada 16 September mendatang akan berakhir masa jabatannya selaku Penjabat Bupati Bursel, dan digantikan oleh M.Saleh Thio, Huwae menandaskan, jika benar dia digantikan dengan orang lain, maka pemeriksaannya tidak perlu meminta surat izin.

"Ya kalau Latuconsina bukan lagi menjadi penjabat bupati, saat diperiksa kami tidak perlu lagi untuk meminta izin dari gubernur. Posisi yang bersangkutan bukan lagi pejabat Negara, sehingga penyidik leluasa memanggilnya untuk diperiksa tanpa harus menunggu surat izin," tukas Huwae.

Latuconsina dilaporkan ke Polda Maluku terlibat pemalsuan pengumuman lelang belasan paket proyek senilai Rp 240 miliar di Dinas PU Kabupaten Bursel oleh Direktur PT.Atamary Jaya Perkasa Group, M.Daud Sangadji dan Direktur CV.Tanita Hatale Sam Habib Mony.

Hingga saat ini pihak penyidik Polda Maluku baru memeriksa dua orang yakni Adrian Maun dan Moxen Polhoupessy.

Menurut rencana dalam minggu ini Polda akan kembali memeriksa para pihak yang dilaporkan terlibat kasus ini.

Agendakan Pemeriksaan Latuconsina

Sementara itu, Komisi A DPRD Provinsi Maluku meminta Polda Maluku segera mengagendakan pemeriksaan terhadap Penjabat Bupati Buru Selatan (Bursel), Yusuf Latuconsina.

"Kami mendesak Polda Maluku agar secepatnya mengagendakan pemeriksaan terhadap Latuconsina, karena tidak lama lagi Latuconsina akan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Penjabat Bupati Bursel dan memasuki masa pensiunan," ujar Sekretaris Komisi A Marcus Pentury, kepada Siwalima, Jumat (10/9).

Dikatakan, Polda harus secepatnya menuntaskan kasus ini, jangan ada diskriminasi dalam menuntaskan kasus korupsi, karena yang namanya kasus korupsi dengan modus apapun apalagi kasus ini merupakan modus penipuan, karena melakukan pemalsuan.

"Polda harus objektif dan rasional dalam menuntaskan kasus ini, jangan ada diskriminasi dan mau diintervensi oleh siapapun tetapi harus transparan dan terbuka dalam menuntaskan kasus ini," ujar anggota DPRD asal Partai Demokrat ini. (S-32/S-16)



Berita Terkait


Ambon