Pendidikan ›› Animo Masuk SMPN 4 Melebihi Standar Pelayanan Minimum

Animo Masuk SMPN 4 Melebihi Standar Pelayanan Minimum

Ambon - Kepala SMP Negeri 4 Ambon, Alex Sitianapessy mengungkapkan, animo siswa masuk sekolah tersebut telah melebihi standar pelayanan minimum.

“Untuk SMP 4 ini yang mendaftar 611 siswa, yang ikut tes 553 siswa. Kapasitas sesuai dengan standar pelayanan minimum itu setiap ruang belajar harus di isi dengan 32 siswa. Yang lulus 10 kelas jadi harus 320 siswa. Hanya karena animo begitu besar pada akhirnya kita sudah sam­pai pada penerimaan 400 siswa dan  itu berarti setiap kelas 40 siswa. Dan ini sudah tidak bisa tambah lagi. Se­mua orang tua yang datang pulang dengan kekecewaan karena memang sudah tidak bisa bergeser lagi, ini karena memang kapasitas ruangan itu pun untuk meja kursi hanya sebesar itu,” jelas Sitiana­pessy.

Sitianapessy mengungkapkan, ruangan kelas belajar mengajar hanya berjumlah 10 ruang, sehi­ngga daya tampung untuk ruangan-ruangan kelas tersebut sudah pe­nuh, dan jika pihaknya tetap me­maksakan untuk menerima siswa lagi, maka konsekuensinya siswa akan memperoleh pendidikan de­ngan cara berdiri.

“Ruangan hanya 10 siswa saja. Daya tampung setiap kelas kursi meja yang bisa dimuat hanya 40 siswa, sehingga kalau mau ditambah lagi, maka konseksuaninya anak akan berdiri. Inikan tidak mungkin demikian, sehingga kami tidak bisa berbuat apa-apa karena sesuai dengan daya tampung dan itu juga sudah melebihi standar pelayanan minimum,” jelasnya.

Sedangkan untuk kelas unggulan, kata Sitianapessy, tetap berlaku untuk SMPN 4 dan bagi siswa menduduki kelas unggulan yang akan berlaku satu semester harus melalui tes intelegensi dan hasil tes akademik semester.

“Sebenarnya setiap tahun ada kelas ung­gulan, tetapi akan dibentuk sete­lah kita melakukan tes IQ kemudian ada hasil tes akademik tes semester. Barulah kita kombain antara tes IQ dan hasil tes akademik,” tuturnya.

Untuk penentuan kelas unggulan, tambah dia, tidak menggunakan stan­dar ranking yang dimiliki di SD, tetapi melalui tes intelegensia tersebut.

“Kita punya pengalaman standar renking anak di SD itu kita tidak gunakan, karena setelah tes IQ- itu menurun, makanya kita pakai tes tersebut dan kelas unggulan SMPN 4 sangat bagus bahkan mereka bisa belajar sendiri kendati guru tidak ada,” cetusnya. (S-27)



Berita Terkait


Ambon