Politik ›› Belum Ada Kepastian Waktu Pelaksanaan Musda Golkar

Belum Ada Kepastian Waktu Pelaksanaan Musda Golkar


Ambon - Hingga kini belum ada kepastian waktu untuk pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku.

Pelaksanaan momen strategis dengan agenda pemilihan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan pengurus periode 2009-2014 ini, masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang pohon beringin ini.

"Untuk penjadwalan pelaksanaan musda, kita masih menunggu keputusan dari DPP terpilih dan sangat tergantung dari DPP untuk menyampaikan juklak dan kita harapkan lebih cepat lebih baik," ujar Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPD Partai Golkar Maluku, M Fatani Sohilauw kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (17/10).

Sohilauw juga mengaku dirinya belum berniat untuk maju menjadi calon Ketua DPD. Ia bersama pengurus DPD Golkar lebih berkonsentrasi untuk menyiapakan seluruh instrumen partai dalam rangka pelaksanaan musda nanti.

Sohilauw mengungkapkan, bila dalam pelaksanaan musda nanti ada keinginan dari DPD-DPD II untuk mencaloka dirinya, maka hal itu harus diberi apresiasi.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah senior Partai Golkar seperti mantan Ketua DPD Golkar Maluku, Z Sahuburua, mantan Sekretaris DPD Golkar Maluku, M Husnie Hentihu, Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Provinsi Maluku yang juga Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff yang ingin mencalonkan diri menjadi Ketua DPD Golkar Maluku.

Menurutnya, keinginan para senior untuk kembali memimpin Golkar Maluku, dilandasi keinginan mereka untuk mengembalikan kejayaan Golkar.

Senada dengan Sohilauw, Wakil Sekrtaris DPD Golkar Maluku, Abraham MM Malioy mengungkapkan, Musda Golkar Maluku belum ada kepastian, karena harus menunggu juklak dari DPP.

Dijelaskan, setelah ada juklak, maka akan ditindak lanjuti dengan pembentukan komposisi steering commite (SC) dan organizing commite (OC), karena yang menetapkan musda adalah SC.

Ia mengatakan, semua kader Golkar baik muda maupun yang tua mempunyai hak sama untuk mencalonkan diri menjadi ketua DPD Golkar.

Malioy menjelaskan, Golkar saat ini berada dalam kondisi transisi, dimana figur yang dibutuhkan ada¬lah figur yang mempunyai kemampuan untuk mengelola partai ini dengan baik dan mengembalikan kejayaan masa lalu, dimana partai ini selalu menjadi pemenang.
Menurutnya, figur yang mempunyai kans untuk menjadi ketua DPD Golkar adalah Z Sahuburua, Said Assagaff, Husnie Hentihu, Fatani Sohilauw dan juga Rolland Tahapary.

Malioy menjelaskan, Golkar merupakan partai yang sudah matang dalam dunia politik, sehingga figur yang akan dipilih dalam musda nanti adalah orang-orang yang dinilai mampu membawa partai beringin lebih baik lagi.

Menanggapi keinginan mantan ketua DPD Golkar yang juga Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikal untuk mencalonkan diri kembali menjadi ketua DPD, Malioy mengungkapkan, sah-sah saja karena semua orang punya hak.

Dijelaskan, Tuasikal menanggalkan jabatannya sebagai ketua DPD setelah digelar musyawarah luar biasa (Musdalub) dan yang menggelar musdalub itu adalah kepengurusan DPD-DPD II kabupaten/kota saat ini.

Karena itu, sangat naïf, jika DPD kabupaten/kota yang pada tahun 2006 lalu menggelar musdalub untuk melengserkan Tuasikal dari ketua DPD kembali mencalonkan Tuasikal kembali.

"Yang menggelar Musdalub itu kepengurusan DPD-DPD II saat ini, dan sangat naif jika DPD-DPD II mencalonkan Tuasikal kembali, jika itu terjadi maka sama saja DPD-DPD II menjilat ludahnya sendiri," ujarnya. (S-26)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon