Kriminal ›› Bentrok Antar Warga Dobo, Dua Tewas

Bentrok Antar Warga Dobo, Dua Tewas


Dobo - Dua warga tewas ber­simbah darah akibat ben­trok antara warga Desa Salarem dan Lor-lor di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (17/2).

Kedua warga yang meni­ng­gal adalah Ruben Labok (32) dan Olden Gutandjala (30).

Informasi yang diperoleh dari kepolisian menyebut­kan, penyebab bentrokan antar warga tersebut belum diketahui pasti. Awalnya, Minggu subuh sekitar pukul 03.30 WIT, ditemukan se­orang lelaki terkapar di tro­toar depan aula Cen­drawasih Dobo oleh warga sekitar. Penemuan warga itu, kemudian dilaporkan ke Polsek Aru.

Sejumlah personil Polsek Aru langsung mendatangi TKP. Lelaki yang kemudian diketahui bernama Ruben Labok itu, dibawa ke RSUD Dobo.

Namun nyawanya tak bisa tertolong akibat luka-luka serius yang dialaminya. Korban mengalami luka tikaman pada bagian leher sebelah kanan, dan bagian belakang sebanyak dua tusukan.

Kemudian sekitar pukul 06.00 WIT, sekelompok massa dari Desa Salarem yang berdomisili di kawasan kopi-kopi, Kelurahan Siwa­lima mengepung rumah Olden Gutandjala di kawa­san kampis dua.

Berdasarkan keterangan istri Olden, Sarah Kailey (30) di Polsek Aru, sekitar pukul 06.00 WIT, ia mendengar orang mengetuk pintu depan. Suaminya Olden lalu me­ngintip dari jendela. Ia kaget lalu ke kamar membangun­kan dirinya, dan menyam­paikan bahwa ada orang banyak datang dengan pa­rang, tumbak dan panah.

Mendengar hal tersebut ia dan Olden menuju pintu de­pan dengan tujuan lari, ka­rena bagian belakang rumah sudah dibakar oleh massa.

Saat mau keluar rumah, massa langsung menarik Olden, dan dipukul hingga jatuh. Olden kemudian dise­ret ke jalan raya.

Teriakan Sarah tak dihi­raukan oleh massa. Olden terus dihajar. Bahkan, Sarah juga turut dipukul. Olden tewas, karena banyak luka yang dialaminya.

Sarah berhasil lolos dan lari ke Polsek Pulau-pulau Aru. Saat di jalan, ia ber­papasan dengan Ketua RT, Pak Labok. Namun ketua RT mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena massa terlalu banyak.

Setelah mendengar lapo­ran Sarah, personil Polsek Aru langsung menuju TKP, dibantu oleh ang­gota Kora­mil 1503-03.

Kapolres AKBP Adolof Bormasa yang dihubungi membenarkan, kejadian ter­sebut. Ia hanya mengatakan, bentrokan terjadi karena salah paham, namun kon­disi sudah kondusif. Semen­tara pelaku penganiayaan masih dalam pengejaran.

Sementara personil TNI dan Polri masih berjaga-jaga di sejumlah titik yang dianggap rawan.

Sejumlah warga Desa Lor-lor yang bermukim di kawa­san kopi-kopi memilih me­ngungsi di Koramil 1503-03 Dobo, karena takut. (S-25)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon