Hukum ›› Berkas Eks Wakapolres Aru Dikembalikan ke Jaksa

Berkas Eks Wakapolres Aru Dikembalikan ke Jaksa


Ambon - Setelah melengkapi sejumlah petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam P-19 atas berkas eks Wakapolres Aru Kompol Umar Nasatekay, se­bagai tersangka kasus narkoba, maka penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku mengembalikannya ke jaksa.

“Kita sudah lengkapi berdasarkan petunjuk jaksa dalam P-19, kemudian kita juga sudah kembalikan berkasnya lagi sejak 9 September 2015 lalu. Saat dikembalikan semua petunjuk sudah kita penuhi. Karena dalam petunjuk itu ada pemeriksaan sejumlah saksi-saksi lagi,” jelas Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Maluku, AKBP John Uniplaita saat dikonfirmasi Siwalima, di ruang kerjannya, Rabu (16/9).

Menurutnya, dengan dikembalikannya berkas Nasatekay ke jaksa, maka penyidik tinggal menunggu lagi ada tidaknya petunjuk dari jaksa. Walaupun demikian pihaknya berharap berkasnya tidak bolak balik lagi dan bisa segera dilakukan tahap II.

“Mudah-mudahan bisa segera lengkap dan segera kita limpahkan ke jaksa untuk selanjutnya sampai ke pengadilan,” harapnya.

Sementara itu, kata Uniplaita, untuk tersangka Umar Nasatekay, masih ditahan di Rutan Ditresnarkoba Polda Maluku, karena masa penahananya sudah diperpanjang dua kali.

Penyidik tetap menerapkan pasal berlapis terhadap tersangka sesuai bukti dalam penyidikan yang dilakukan. “Pasal tetap. Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Nomor: 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dua pasal itu sesuai penyidikan sudah memenuhi unsur, namun tergantung hakim yang akan membuktikannya di pengadilan.

“Pada prinsipnya saat penang­kapan jelas barang bukti ter­masuk alat penghisap sabu ditemu­kan itu berarti yang bersang­kutan pemakai meskipun hasil tes urine negatif tetapi hasil pemeriksaan yang ber­sangkutan pemakai kategori menengah,” tandas Uniplaita.

Sementara untuk dua anggota Polres Aru yang juga diamankan sebagai saksi masing-masing Brigadir Komang dan Brigadir AM sudah dipulangkan ke Dobo sejak awal Juni. “Untuk dua saksi sudah kita buat pelepasan dan sudah kembali ke satuan. Sementara untuk tersangka lain masih belum ada,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, ada upaya yang diduga untuk meloloskan Wakapolres Aru Kompol Umar Nasatekay dari jeratan pasal pengedar narkoba jenis sabu. Indikasi ini tampak ketika melihat jumlah barang bukti sebanyak empat paket yang ternyata hanya diketahui berat 0,270 gram. Padahal lazimnya itu satu paket berisikan 1 gram.

Umar yang ditangkap di Dobo, Kepulauan Aru, Sabtu (23/5), dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf (a) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal 114 ayat 1 menyebutkan Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golo­ngan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Sedangkan pada pasal, 127 ayat 1 huruf (a) menyebutkan Setiap Penyalah Guna Narko­ti­ka Golongan I bagi diri sendiri di­pidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.  Wa­­lau begitu dari siapa dan ke­pada siapa paket haram yang di­kirim melalui tersangka, ter­nyata sampai saat ini tak jelas. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon