Budaya ›› Besok, Walikota Sambut Kapal Pesiar Discovery

Besok, Walikota Sambut Kapal Pesiar Discovery

Ambon - Dipastikan besok, Minggu (29/1) kapal pesiar Voyage Discovery yang membawa ratusan wisatawan dari berbagai negara akan menyinggahi Kota Ambon tepatnya di pelabuhan Yos Sudarsoo Ambon.

Walikota Ambon, Richard Louhe­na­pessy akan menyambut kedata­ngan kapal pesiar tersebut serta para wisatawan yang akan mengunjungi kota ini.

“Kapal pesiar Voyage Discovery akan menyinggahi pelabuhan Yos Sudarso tepat pukul 07.00 WIT,” jelas Kepala Dinas Pariwisata, Kebu­dayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Karel Peter Ohman kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (27/1). Dikatakan, sebanyak 200 wisatawan dari berbagai negara akan turun dari kapal pesiar untuk kemudian menikmati keindahan alam di Kota Ambon serta mengunjungi berbagai situs-situs sejarah dan tempat wisata yang ada di kota ini seperti Monumen Gong Perdamaian Dunia, Pattimura Park, Benteng Victoria, Patung Christina Martha Tiyahahu dan pusat perbelanjaan Ambon Plaza (Amplaz).

Keberadaan kapal pesiar dan ratusan wisatawan tersebut hanya berlangsung selama tujuh jam di Kota Ambon. Pada awalnya diren­ca­nakan para wisatawan ini ingin menikmati keindahan alam dan situs-sius sejarah dengan menggunakan becak, namun rencana tersebut batal.

Dia mengaku, tidak mengetahui alasan yang jelas sehingga 100 becak yang telah disiapkan pemkot untuk menyambut kedatangan kapal pesiar Voyage Discovery  itu tidak lagi digunakan. Kedatangan kapal pesiar Voyage Discovery di Kota Ambon merupakan moment yang baik bagi kepentingan kota ini terutama terkait dengan kondisi keamanan dan kenyamanan.

Pasalnya, selama ini banyak sekali berita-berita yang beredar hingga keluar negeri bahwa Kota Ambon saat ini masih rusuh dan kondisinya belum aman, nyaman dan damai.

“Kedatangan kapal pesiar ke Ambon ini merupakan momen penting bagi pencitraan Kota Ambon dimata dunia internasional seakan-akan kota ini masih rusuh, belum aman dan nyaman. Para wisatawan dari berbagai negara ini akan melihat secara dekat kondisi sebenarnya dan kita berharap agar kembali ke negara mereka masing-masing dapat menceritakan tentang kondisi Ambon yang sebenarnya,” tandasnya. (S-26) 



Berita Terkait