Visi ›› Dampak Banjir

Dampak Banjir

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi setiap musim hujan seolah diterima sebagai kemestian alam. Total kerugian yang diakibatkan bencana alam ini juga sangat besar. Namun, nyaris tak ada upaya untuk mencegah dan mengurangi dampaknya.

Alam Kota Ambon dan sekitarnya yang berbukit dan curah hujan tinggi rentan dilanda banjir dan longsor. Walau ada peran faktor alam, baik dari kondisi topografi maupun curah hujan, namun bencana banjir dan longsor bisa dicegah. Kita mungkin tidak bisa mengeliminasi bencana, tetapi bisa mengurangi. Kita bisa juga mencegah.

Untuk mencegah longsor bisa dengan pendekatan rekayasa, baik fisik maupun sosial. Namun, lebih penting adalah integrasi tata ruang dengan peta zona kerentanan longsor yang ada. Kalau telanjur ada penduduk seharusnya ada pendekatan untuk dipindahkan. Masyarakat perlu diberi tahu risikonya atau kalau perlu dipaksa.

Fenomena banjir yang memporak porandakan sebagian wilayah Kota Ambon, menjadi keprihatinan tersendiri bagi kita semua. Kita menjadi sangat miris dikarenakan beberapa talud yang jebol sehingga mengakibatkan kondisi banjir yang sangat parah dan mengakibatkan korban baik korban material, korban psikologis, bahkan juga korban jiwa.

Bencana banjir dan tanah longsor sudah terjadi. Kini warga Kota Ambon diperhadapkan dengan masalah sampah dan lumpur yang belum sepenuhnya dibersihkan. Sudah sepekan bencana banjir dan tanah longsor terjadi namun warga masih hidup diantara sampah dan lumpur.

Bencana banjir dengan berbagai permasalahan menyebabkan lingkungan yang tidak sehat. Lingkungan demikian akan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Yang harus menjadi perhatian dalam keadaan banjir adalah bahaya timbulnya penyakit akibat banjir yang mengancam masyarakat. . Hal ini dikarenakan banyaknya sampah yang terhanyut terbawa air banjir, air selokan yang bersatu dengan air banjir yang menimbulkan bau yang tidak sedap ataupun septik tank yang luber dan isinya terbawa air kemana-mana, Akibatnya lingkungan kita menjadi sangat kotor, sehingga mempermudah timbulnya penyakit akibat banjir seperti diare, DBD, leptospirosis, ISPA, cacingan dan berbagai penyakit penyerta lain. Banjir juga menimbulkan dampak menurunnya kondisi tubuh dan daya tahan terhadap stress.

Kewaspadaan merupakan sikap yang paling tepat untuk menghadapi segala macam penyakit yang timbul pasca banjir saat ini, karena itu kita harus menyikapinya secara sungguh-sungguh melalui upaya-upaya pencegahan maupun penanganan terhadap korban akibat banjir maupun karena penyakit yang ditimbulkan pasca banjir.

Upaya pencegahan agar wabah penyakit tidak menyebar maka diharapkan setiap warga yang didukung pemerintah melaksanakan pembersihan lingkungannya dari sampah, lumpur dan kotoran yang dapat menimbulkan penyakit serta menjaga kebersihan makanan yang akan dimakan.

Bencana alam berupa banjir besar di Kota Ambon merupakan fenomena alam yang sudah sering terjadi setiap tahun. Fakta menunjukkan bahwa akibat dari bencana banjir tersebut selalu memberikan dampak. Fenomena tersebut diibaratkan “terperosok ke dalam jurang yang sama” tanpa ada persiapan dan perbaikan yang signifikan.

Salah satu kelemahan yang terjadi dalam penanganan terhadap bencana alam banjir tersebut, baik tindakan preventif (pencegahan) maupun tindakan kuratif (penanganan selama kejadian) adalah kurangnya tindakan proaktif serta kurangnya informasi yang cukup. Apabila terdapat tindakan proaktif serta informasi yang memadai tersebut, maka kemungkinan besar jumlah korban dan beberapa kerugian lainnya dapat diminimalisir. (*)



Berita Terkait


Ambon