Daerah ›› Danlantamal akan 'Launching' Buku Berlayar dengan Aman

Danlantamal akan 'Launching' Buku Berlayar dengan Aman

Ambon - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX/Ambon, Laksma TNI Aan Kurnia akan me-launching buku “Berlayar Dengan Aman di Perairan Maluku Dalam Menghadapi Kecelakaan Kapal”.

Launchingbuku karya Aan Kurnia tersebut akan dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-67 yang akan dipusatkan di Markas Komando (Mako) Lantamal IX/Ambon, Jumat (5/10).

Aan Kurnia mengaku buku tersebut dibuatnya setelah diberikan tugas sebagai Danlantamal IX/Ambon pada akhir Juni 2012 lalu.

“Beberapa hari setelah saya dilantik sebagai Danlantamal IX ternyata ada kecelakaan kapal laut yang menimbulkan korban yang sangat banyak. Saat itu saya melihat kita semua terkadang seperti pemadam kebakaran. Jadi ada kecelakaan baru beraksi,” ungkapnya.

Kenyataan tersebut, kata pelaut lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 32 tahun 1987 ini, mendorong dirinya untuk membuat sebuah buku yang bisa meminimalkan korban kecelakaan.

“Melihat kenyataan tersebut, akhirnya saya putuskan untuk membuat sebuah buku yang bisa meminimalkan korban kecelakaan. Dengan buku ini saya mengharapkan bisa meminimalkan korban kecelakaan sebab memang pengguna sarana transportasi laut di Maluku sangat besar,” katanya.

Dalam buku tersebut yang disusun selama tiga bulan ini, mantan Komandan Kolatarma Koarmatim memaparkan cara berlayar dengan aman. “Dalam buku tersebut dipaparkan bagaimana cara berlayar dengan aman. Dijelaskan pemakai jasa harus seperti apa, begitu juga nahkoda harus seperti apa. Dalam buku tersebut saya paparkan tentang bahaya-bahaya dalam operasional kapal. Nahkoda harus mengecek manifest kapal. Jika kapal memiliki kapasitas 20 orang maka harus muat sesuai dengan kapasitas tersebut,” jelasnya.

Menurut Aan Kurnia yang pernah membuat buku “Pengawal Samudera di Wilayah Timur Indonesia” pada tahun 2009 ini, dirinya juga akan membuat buku serupa untuk wilayah Provinsi Maluku Utara.

Ia menambahkan, sebenarnya masih banyak yang ingin dilaksanakannya di wilayah operasi Lantamal IX/Ambon namun tenaganya masih dibutuhkan di Jakarta sehingga dijadwalkan pada pekan depan, dirinya tak lagi menjabat Danlantamal IX/Ambon. “Ini sumbangan saya sebelum pindah dari Lantamal IX,” ujarnya. (S-12)



Berita Terkait


Ambon