Hukum ›› Danpom tak Tahu Polisi Dianiaya Anggota 733 Raider

Danpom tak Tahu Polisi Dianiaya Anggota 733 Raider


 

Ambon - Kendatipun ang­gota Polsek Ba­guala, Bripka Bobby Detan sudah babak belur dihajar puluhan anggota Yonif 733/Raider di lokasi pertan­dingan kejua­raan tinju antara sasana tahun 2015 yang dipusatkan di pelataran parkir pusat perbelanjaan ACC, Passo, Ambon, Sabtu (22/8), namun Komandan Pomdam XVI/Pattimura Kolonel CPM Salidin mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya sementara berada di luar daerah, saya akan  konfirmasi dulu dengan staf saya,” kata Salidin.

Salidin tak mau banyak berkomentar soal peristiwa itu karena belum me­ngetahui peristiwa yang sebenarnya. Sementara itu, Kapolsek Baguala AKP I Sarkol yang dikonfirmasi soal kelanjutan kasus ini mengaku, kalau kasus itu sudah diselesaikan pihaknya dengan Yonif 733 Raider.

“Sudah diselesaikan oleh pimpinan. Saat kejadian itu, kemudian perintah pak Kapolres untuk ke Pomdam,” ujar­nya singkat. Saat disinggung lebih jauh soal pe­nyelesaian itu, Kapolsek juga enggan menjelaskan.

Sementara itu, Kapolres Pulau ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Komaruz Zaman yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak mau menjawab. Ditelepon berkali-kali tapi perwira dengan dua melati itu sama­sekali tidak mau mengangkat telepon genggamnya.

Untuk diketahui, puluhan anggota Yonif 733 Raider mengamuk di lokasi pertandingan kejuaraan tinju antara sasana tahun 2015 yang dipusatkan di pelataran parkir pusat perbelanjaan ACC, Passo, Ambon, Sabtu (22/8) pukul 21.00 WIT.

Tak hanya ngamuk, oknum ang­gota Yonif 733 Raider juga diduga menganiaya anggota Polsek Baguala Bripka Bobby Detan. Aksi ini dilaku­kan puluhan oknum anggota Yonif 733 Raider didepan ratusan penonton yang memadati lokasi pertandingan.

Informasi yang dihimpun Siwa­lima, menyebutkan kejadian tersebut berawal saat panitia tinju meminta pihak keamanan untuk menertibkan para suporter dan meminta untuk mundur dari sekitar areal ring tinju.

Saat itu, korban Bripka Boby Detan dan beberapa anggota Polsek Ba­guala yang sementara melaksanakan tugas pengamanan meminta para suporter untuk mundur dan tidak masuk areal sekitar ring tinju.

Namun salah seorang suporter yang diduga adalah oknum anggota Yonif 733 Raider mendorong korban dan langsung memukul korban. Bersamaan dengan itu rekan-rekan pelaku yang juga berada di TKP juga ikut memukul korban, sehingga terjadi perkelahian diantara mereka.

Pertandingan tinju yang semen­tara berjalan langsung dihentikan karena kursi para juri dan hakim ditendang. Bahkan sejumlah fasilitas milik panitia rusak karena digunakan untuk memukul.

Walikota Ambon Richard Louhe­napessy yang juga hadir justru tidak dihargai oleh puluhan anggota Rai­der yang terus mengamuk, memukul dan berteriak bahkan menganiaya ang­gota polisi dengan brutal tanpa ampun. Ratusan penonton pun berhamburan menyelamatkan diri karena takut terkena imbas dari aksi brutal yang dilakukan oleh puluhan anggota Yonif 733 Raider.

Melihat kejadian tersebut Kapol­sek Baguala AKP I Sarkol bersama perso­nil pengamanan lainnya langsung melerai kejadian dimaksud sehingga permasalahan tersebut tidak berkem­bang. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada pelipis kiri, bengkak pada kepala dan luka lecet pada lutut kanan. Kanit Reskrim Polsek Baguala Bripka Aryan Tubaka yang dikonfir­masi menjelaskan, situasi di TKP langsung berhasil dikendalikan sehingga pertandingan kembali dilanjutkan. “Pasca kejadian terse­but satu satu Regu PRC dibawa pimpinan Kasat Sabhara Polres Ambon dan personil Pomdam XVI Patimura langsung mengamankan TKP,” jelas Tubaka.

Sementara itu, Komandan Yonif 733/Raider Mayor Inf Lucas Sadipun yang dikonfirmasi perihal ulah anak buahnya membantahnya.

Menurut Lucas, anak buahnya berada di lokasi kejadian namun tidak melakukan penganiayaan.

Ia juga mengatakan kejadian tersebut hanya merupakan kejadian biasa yang sering dilakukan antara suporter saat pertandingan.

“Itu tidak ada itu. Sudah saya cek anak buah saya ternyata tidak ada. Biasa itu kan saat lomba kemudian suporter-suporter. Jadi tidak masalah,” ujarnya. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon