Daerah ›› Diduga, Penginapan Taufik Jadi Rumah Bordil Terselubung

Diduga, Penginapan Taufik Jadi Rumah Bordil Terselubung

Namlea - Penginapan Taufik di Namlea, Kabupaten Buru disinyalir kuat berubah fungsi menjadi rumah bordil atau sarang prostitusi. Pemerintah Kabupaten Buru dan kepolisian diminta menutup paksa kegiatan maksiat tersebut, dan memproses pemiliknya karena telah menyalahi izin.

“Dalam beberapa bulan terakhir ini, masyarakat yang tinggal di sekitar penginapan taufik selalu mengunjing­kan para pekerja seks komersil yang menggunakan tempat itu sebagai ajang prostitusi,” jelas Ketua LSM Baman, Muhammad Tham­rin  kepada wartawan melalui telepon selularnya, Kamis (28/2).

Menurut Thamrin, saat pengina­pan itu masih dibawa pengelolaan manajemen lama, banyak tamu yang datang dan menginap di sana karena harganya terjangkau. tetapi lang­ganan lama mengaku tidak mau lagi ke sana, karena khawatir dicap sebagai lelaki hidung belang yang datang hanya untuk mencari kese­nangan di hotel tersebut.

Wajah penginapan Taufik ini mulai berubah total, pasca gunung botak dibuka dan tempat tersebut diambil alih oleh M Nurlatu.

“Dengan leluasa ia menyediakan kamar-kamar di sana dihuni mai-mai kepala (sebutan pagi PSK di Nam­lea) dan juga mereka bebas menerima tamu di kamarnya,” sesalkan Tham­rin.

Karena itu, menjelang pembukaan Lasqi tingkat Provinsi Maluku di Namlea nanti, Thamrin meminta agar ada tindakan tegas dari pemerintah setempat dengan menutup pengi­nap­an tersebut.

Manajemen dan pemilik pengi­napan Taufik juga harus diproses hukum, karena telah menyalahgu­nakan izin operasi. “Izinnya kan penginapan, tapi kenapa jadi rumah prostitusi,” kata Thamrin gerah.

Sampai berita ini dikirim, sang pemilik penginapan taufik sulit dihubungi. Ketika wartawan menjambangi penginapannya, Mat Nurlatu tidak berada di sana.

Iseng-iseng wartawan sempat menanyakan tarif para PSK tersebut dan tanpa tedeng aling-aling mere­ka menyebutkan angka limaratus ribu untuk part time. (S-31)  



Berita Terkait


Ambon