Daerah ›› Diduga Proyek Pembangunan Dermaga Ferry Aru Mubasir

Diduga Proyek Pembangunan Dermaga Ferry Aru Mubasir

Ambon - Diduga proyek pembangunan dermaga ferry di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru yang dibiayai dengan menggunakan dana APBD tahun 2009 bernilai milyaran rupiah mubasir.

Pasalnya, pembangunan proyek tersebut tidak melalui sebuah proses pengkajian yang matang dan penelitian para ahli karena hingga kini tak dapat difungsikan.

Hal ini diungkapkan, Kepala Biro Bantuan Hukum di dalam dan di luar Pengadilan Lembaga Missi Reklas­se­­e­ring Republik Indonesia Komisa­riat Daerah Aru (LMR-RI Komda Aru), Seprianus Alatubir kepada Siwa­lima di Dobo, Selasa (17/7).

Menurutnya, tak berfungsinya dermaga ferry tersebut disebabkan karena kedalaman laut di sekitar dermaga tersebut sangat dangkal sehingga ferry tak dapat berlabuh.

“Dermaga yang telah selesai pekerjaannya dan telah diresmikan sejak tahun 2010 lalu hingga kini tidak dapat digunakan sesuai de­ngan fungsinya, hal tersebut diaki­batkan kedalaman laut di sekitar dermaga sangat dangkal sehingga ferry tidak bisa berlabuh,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi dermaga seperti ini akibat kesalahan dari Kepala Dinas Perhubungan Kabu­paten Kepulauan Aru

Dikatakan, semestinya sebelum proyek tersebut dikerjakan harus dilakukan penelitian dan pengkajian secara komprehensif dari para ahli dibidang tersebut terhadap lokasi atau tempat di mana dermaga akan dibangun.

Hal ini dimaksudkan, kata dia, agar dapat diketahui secara detail kondisi maupun kedalam laut di sekitarnya cocok atau tidak untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan der­maga ferry tersebut, sehingga man­faat atau hasil dari pembangunan tersebut dapat dinikmati atau dimanfaatkan masyarakat.

“Kondisi ini sangat disesalkan, karena pembangunan dengan me­nelan anggaran miliaran rupiah sama sekali tidak ada manfaatnya yang dirasakan masyarakat, maupun upaya penambahan pendapatan bagi daerah,” kesalnya.

Di sisi yang lain, proyek pemba­ngu­nan dermaga ferry tersebut yang bisa menambah pendapatan dari daerah dengan penarikan retri­busi, namun tidak dapat dilakukan.    

“Yang kita harapkan untuk dapat menambah PAD dari sisi retribusi karcis. Itu yang kita harapkan bersama, namun yang terjadi hingga kini terbalik, karena tidak ada man­faat apa-apa dari pembangunan ter­sebut, “katanya, sembari menam­bah­­kan, Kepala Dinas Perhubungan Ka­bupaten Kepulauan Aru, Jimy Ang­rek haruslah bertanggung jawab.

“Kadis harus bertanggung jawab terhadap pembangunan tersebut, karena kadislah yang menunjukan lokasi pembangunan dermaga tersebut. Bahkan sudah dua kali dilakukan pengerukan pada lokasi disekitar dermaga tersebut tetap saja tidak dapat digunakan, karena laut disekitarnya sangat dangkal untuk berlabuhnya kapal ferry tersebut,” katanya. (S-25)



Berita Terkait


Ambon