Diduga, Tunjangan Fungsional di RSUD Haulussy Dikorupsi

Diduga, Tunjangan Fungsional di RSUD Haulussy Dikorupsi

Ambon - Kasus-kasus korupsi di Maluku terus dibidik. Kali ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku mulai membidik dugaan korupsi tunjangan fungsional pegawai dan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haulussy Ambon.

Tunjangan fungsional pegawai dan dokter di rumah sakit, yang saat ini dipimpin oleh Frona Koedoeboen itu, tidak dibayar selama tiga tahun, sejak tahun 2007 hingga 2009, yang bernilai miliaran rupiah.

Sumber Siwalima di Kejati Maluku mengungkapkan, kasus ini pernah disampaikan oleh para pegawai RSUD dr Haulussy kepada Gubernur Maluku, KA Ralahalu saat melakukan inspeksi, beberapa bulan lalu.

Saat itu, Direktur RSUD dr Haulussy, Frona Koedoeboen menjelaskan, anggaran tersebut sudah digunakan untuk operasional rumah sakit.

"Tetapi saat itu dijelaskan oleh direktur bahwa anggaran tersebut dipakai untuk biaya operasional rumah sakit," terang sumber tersebut.

Padahal saat itu, oleh gubernur telah diperintahkan untuk membayar tunjangan tersebut kepada pegawai dan tenaga medis, namun hingga saat ini belum juga dibayarkan.

"Tidak ada tindak lanjut. Padahal gubernur telah perintahkan untuk bayar, tetapi sampai sekarang tidak dibayar," kata sumber tersebut.

Dikatakan, anggaran yang bersumber dari APBD dan APBN tersebut seharusnya dipergunakan untuk menambah kesejahteraan para pegawai, agar kinerja mereka dapat dalam melayani masyarakat dapat ditingatkan.

Sumber itu belum bisa memastikan, berapa besar tunjangan fungsional pegawai dan dokter yang tidak dibayar. Dalam penyelidikan pasti terungkap.

Sumber tersebut menambahkan, dalam waktu dekat surat perintah tugas (sprintug) akan keluar untuk dilakukan penyelidikan terhadap kasus ini. (S-27)



Berita Terkait


Ambon