Direktur PT. Batutua Tembaga Raya Jadi Tersangka Kasus Eksploitasi Tembaga Wetar

Direktur PT. Batutua Tembaga Raya Jadi Tersangka

Ambon - Direktorat Reserse dan Kriminal (Ditreskrim) Polda Maluku telah menetapkan Direktur PT. Batutua Tembaga Raya, Gerry Mbatembooy sebagai tersangka dalam kasus eksploitasi tembaga di Wetar Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

"Kami telah tetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus ini karena telah melakukan eksploitasi hasil tambang tanpa lebih dulu mengantongi ijin dari Menhut," jelas Direktur Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polda Maluku, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Jhonny Siahaan kepada Siwalima beberapa waktu lalu.

Kendati begitu, Gerry Mbatembooy tidak ditahan. Polda beralasan yang bersangkutan kooperatif.

"Ya dia itu kooperatif terhadap proses penyelidikan dan penyidikan. Sepanjang dia tidak melarikan diri dan terus di dalam pengawasan polisi tidak perlu ditahan," tandas Siahaan.

Sedangkan menyangkut dugaan keterlibatan mantan Penjabat Bupati MBD Yopie Patty, Siahaan menjelaskan, dari hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya keterlibatan mantan orang nomor satu di MBD itu.

"Kalau Polda lidik tentang ijin eksploitasi. Kita belum menemukan bukti lain apalagi menyangkut manipulasi hasil bahan baku," ungkapnya.

Penyelidikan dan penyidikan terhadap aktivitas PT. Batutua Tembaga Raya di Wetar selain dilakukan Polda Maluku, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sedang menelaah kasus tersebut. Ini menyangkut dengan kejahatan terhadap negara berupa manipulasi hasil bahan baku tembaga.

Diduga kasus ini merupakan konspirasi antara mantan Penjabat Bupati MBD Yopie Patty bersama-sama dengan Dirut PT. Batutua Permai dan PT. Batutua Tembaga Raya, Gerry Mbatembooy.

Koordinator Eksekutif Gerakan Anti Korupsi (GAK) Pro SBY Pusat, Semmy Matulessy mengaku, lembaga yang berjulukan "super body" itu konsern dengan sejumlah kasus yang akhir-akhir ini dilaporkan masyarakat Maluku.

Dikatakan, GAK Pro SBY telah mengecek langsung ke KPK dan kasus manipulasi ijin ekspor tembaga di Wetar kini masuk agenda telaah. Sejak diberi ijin tahun 2004 sampai dengan Maret 2009, PT. Batutua Permai dan PT. BatuTua Tembaga Raya sering beralibi mengangkut bahan baku melalui Pelabuhan NTT dan selanjutnya diangkut dengan kapal menuju Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

Modus operandi Penjabat Bupati MBD dengan pihak perusahaan, yakni PT. Batutua Permai dan PT. Batu Tua Tembaga Raya terbongkar setelah dokumen pemberian ijin pengangkutan dan penjualan tembaga katoda hasil produksi percobaan sebanyak 3000 Ton didapati sudah terjadi ekspor secara bertahap dengan nilai Rp. 12. 000.000.000 pada bulan Maret 2009. "Hanya berdasarkan ijin yang dikeluarkan Penjabat Bupati MBD waktu itu Yopie Patty," ungkap Matulessy.

Penjabat Bupati tambahnya tidak berwenang untuk meminta ijin ekspor percobaan. "Mestinya yang meminta ijin adalah pihak perusahaan dalam hal ini PT. Batutua Permai dan PT. Batu Tua Tembaga Raya dan pihak-pihak terkait," ujarnya.

Diduga kuat, akibat perbuatan Yopie Patty negara telah dirugikan ratusan milyar rupiah. Matulessy menandaskan, untuk kasus-kasus korupsi di daerah yang sudah dilaporkan ke KPK, pihaknya siap mengawal itu sampai ke pengadilan Tipikor. Olehnya dia meminta masyarakat Maluku bersabar dan terus menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga anti korupsi lainnya yang ada di daerah ini. (S-32)



Berita Terkait


Ambon