Hukum ›› Direktur PT Beringin Dua Dihadirkan sebagai Saksi

Direktur PT Beringin Dua Dihadirkan sebagai Saksi

Ambon - Sidang kasus korupsi dana keserasian pada Dinas Sosial (Dinsos) Maluku tahun 2006 senilai Rp 35,5 miliar, dengan terdakwa ketua panitia tender Wingson Lalu dan anggota panitia tender Yakomina Patty, Selasa (22/12) kembali digelar di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

Kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lucas J Kubela dan Toni Sahertian menghadirkan Direktur PT Beringin Dua Andreas Intan sebagai saksi.

Sidang dipimpin majelis hakim, Hendrik Tobing selaku ketua, serta Yusrisal dan Glenny de Fretes sebagai anggota. Sementara terdakwa didampingi penasehat hukumnya Rita de Queljoe Cs.

Dalam keterangannya saksi menjelaskan, dirinya mengetahui adanya proyek keserasian pada Dinsos Maluku tahun 2006 dari teman-teman kontraktornya.

Atas informasi itu, dirinya kemudian ke Dinsos dan bertemu dengan terdakwa Yakomina Patty. Saksi kemudian memasukan dokumen perusahan untuk mengikuti tender.

Saksi juga mengatakan, kontrak tidak dibuat oleh kontraktor tetapi dibuat oleh panitia tender. "Kontrak tidak kami buat. Kami hanya menandatangani saja dan administrasinya diberikan oleh Ibu Mien," terangnya.

Menurut saksi, mekanisme yang tertuang dalam Keppres 80 Tahun 2003 yang tertera didalam konrak, tidak dilakukan.

Sementara Rencana Anggaran Biaya (RAB), saksi mendapatkanya dari panitia tender, namun di dalam RAB tidak dicantumgkan pemotongan-pemotongan.

Untuk proyek ini, saksi mengaku mendapat jatah untuk menangani 175 KK di Keluharan Letwaru, Lesane dan Namaelo Kecamatan Ahamai Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan jumlah dana Rp 700 juta.

Dalam proses pemberian bantuan kepada masyarakat ke tiga kelurahan itu, masing-masing kk menerima sebesar Rp 3 juta lebih.

"Yang kasih kepada masyarakat itu sekitar Rp 3 juta lebih, karena telah terjadi pemotongan-pemotongan," terangnya.

Selain itu, saksi juga mengaku, dalam pengurusan dokumen kontrak saksi memberikan uang Rp 1 juta kepada terdakwa Patty, melalui Rein Sabono yang merupakan orang kepercayaan saksi.

"Saya berikan Rp 1 juta untuk pembuatan dokumen. Tetapi saya sudah lupa tanggal pemberiannya," terangnya.

Terdakwa yang mendengar keterangan saksi menyampaikan keberatannya. Menurutnya, proyek keserasian diperoleh saksi dari Fenno Tahalele, yang saat itu menjabat kepala Dinsos Maluku.

Majelis hakim kemudian menunda sidang hingga Selasa (5/1) 2010, masih dengan agenda pemeriksaan saksi lanjutan. (S-27)



Berita Terkait


Ambon