Ambon - Ketua Komisi D DPRD Provinsi Maluku, Suhfi Majid mengingatkan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Maluku untuk memperhatikan pendidikan anak-anak korban konflik Pelauw Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).
“Konflik sosial yang terjadi di Pelauw jangan sampai mengganggu aktivitas belajar dan pendidikan anak-anak kita. Olehnya harus ada perhatian dinas teknis terhadap upaya untuk tetap aktivitas belajar dapat terus berlangsung,” tandasnya kepada Siwalima di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Selasa (21/2).
Ia menegaskan, pendidikan bagi anak-anak di Pelauw tidak bisa dianggap sepele, sebab hal itu dapat menghambat psikologi anak-anak. Apalagi tambah Majid, tinggal beberapa bulan kedepan, anak-anak akan diperhadapkan dengan aktivitas Ujian Nasional (UN).
“Tidak lama lagi UN akan segera dilaksanakan, sejumlah sekolah di Maluku sudah melakukan try out sebagai persiapan ujian nasional. Ditakutkan anak-anak di Pelauw tidak mempersiapkan diri menghadapi momentum tersebut,” ujar Majid.
Politisi asal PKS ini juga menghimbau agar para siswa dapat dikembalikan ke sekolah-sekolah untuk dapat mengikuti proses belajar, terutama siswa yang hendak mengikuti ujian nasional.
“Saya tegaskan kepada Pemkab Malteng untuk memastikan para siswa di Pelauw dikembalikan ke sekolah-sekolah untuk belajar. Dan bagi yang akan mengikuti ujian jangan sampai terganggu karena kejadian ini dikhawatirkan mereka tidak dapat mengikuti ujian secara baik,” tukasnya.
Olehnya, Majid meminta Disdikopra Maluku segera berkoordinasi dengan Pemkab Malteng untuk memastikan anak-anak sekolah di Pelauw mendapatkan pendidikan yang layak.
“Saya minta dan mendorong supaya Disdikpora Maluku segera berkoordinasi dengan Pemkab Malteng untuk mengambil langkah-langkah strategis bagi dunia pendidikan di Pelauw sehingga dapat dipastikan bahwa anak-anak sekolah di Pelauw dapat memperoleh pendidikan yang layak sama seperti anak-anak sekolah lainnya di Maluku,” pintanya. (Mg-4)