Ambon - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (Disdikpora) Maluku, mulai melakukan seleksi terhadap para siswa dan guru yang akan dikirimkan ke Darwin Australia untuk mengikuti program pertukaran siswa Ambon-Darwin.
Para peserta yang mengikuti seleksi tersebut terdiri dari para murid yang berpresatasi yang diambil dari seluruh kabupaten/kota di Maluku begitupun para guru yang akan mendampingi para siswa yang akan ke Darwin.
Mereka yang mengikuti seleksi tingkat provinsi ini juga merupakan para wakil dari masing-masing kabupaten/kota yang telah lolos seleksi pada tingkat kabupaten. Dari 15 peserta yang ikut seleksi tingkat provinsi ini akan dipilih tiga orang, yakni satu guru dan dua orang siswa yang akan mewakili Maluku dalam program pertukaran siswa ini.
“Tantangan persaingan global menuntut adanya perkembangan dan pergaulan antar bangsa tanpa batas, sehinga baik itu batas geografis, politik, ekonomis maupun batas sosial budaya semakin nyata,” ungkap Kadis Dikpora Maluku, Semmy Risambessy dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Disdikpora, Fauzan Khatib sekaligus membuka seleksi tersebut yang berlangsung di Aula Disdikpora Maluku, Selasa (21/2).
Dijelaskan, dalam program pertukaran guru dan siswa Ambon-Darwin bukan hanya melibatkan Provinsi Maluku saja, namun ada beberapa provinsi lain lagi, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan program ini telah berlangsung sejak tahun 1973.
Programini bertujuan untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Inggris, serta mengenalkan budaya Indonesia secara internasional serta meningkatkan rasa toleransi antar negara, juga peningkatan hubungan kerja sama dan persahabatan antar Provinsi Maluku dan Darwin.
“Program ini dapat memberikan kesempatan kepada guru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan sekaligus memperkenalkan bahasa Indonesia pada kanca Internasional, sedangkan bagi para siswa akan mendapatkan pengetahuan yang baru sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pada sekolah asalnya,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, kata Risambessy, diperlukan langkah bersama dan sinergis dari semua lembaga pengelola pendidikan untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Maluku sehingga diharapkan melalui seleksi ini para peserta dan tim seleksi dapat menjadikan ajang ini sebagai arena dialog yang konstruktif dan dinamis serta bermutu, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di Maluku.
Di tempat yang sama Ketua Panitia seleksi, Tarmidji Tahir mengaku, para guru maupun siswa yang mengikuti seleksi ini berasal dari lima kabupaten/kota yang ada di Maluku, yakni Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT) dan Buru Selatan (Bursel). Sementara seleksi yang dilakukan ini terdapat dua macam seleksi, yaitu seleksi tertulis dan wawancara.
“Bagi guru maupun siswa yang nantinya lolos dan diberangkatkan ke Darwin Australia kami harapkan dapat mempertahankan nama baik maluku di kancah internasional,” harapnya. (Mg-2)