Daerah ›› Disperindag Cabut Izin Usaha Toko Firman

Disperindag Cabut Izin Usaha Toko Firman


Ambon - Izin usaha Toko Firman dicabut oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon. Langkah ini dilakukan menindaklanjuti rekomendasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan Kota Ambon.

Sanksi tegas diberikan karena saat melakukan pengawasan pada bulan Mei lalu, BPOM menemukan toko yang berada di kawasan Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon itu menjual produk pangan kadaluarsa.

“Kita sudah menerima surat rekomendasi dari BPOM, dan secara resmi Toko Firman kami sudah cabut izin mereka,” tandas Kepala Dispe­rindag Kota Ambon, Pieter Leuwol kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (11/6).

Menurut Leuwol, sejak kedapatan menjual pangan kadaluarsa Toko Firman sudah tak lagi beroperasi.

“Tokonya sudah tidak lagi ber­operasi, sejak pengawasan kemarin. Dan kami berharap kedepan tak ada lagi toko-toko yang menjual pangan kadaluarsa, dan ini menjadi salah satu contoh karena berani menjual pangan yang tak layak untuk dikon­sumsi,” ujarnya.

Kadaluarsa

Seperti diberitakan,  BP­OM Malu­ku bersama tim satgas pangan meng­amankan ribuan kemasan produk kedaluarsa dan tidak layak edar di se­jumlah toko saat melakukan pengawasan di kawasan  Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon.

“Dari sejumlah toko yang dila­kukan pemeriksaan, justru Toko Firman ditemukan menjual ribuan kemasan produk yang sudah kadaluarsa dan tidak layak edar,” kata Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM Ambon, Mathias Sandy Toekan kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (11/5).

Ribuan kemasan produk keda­luarsa yang ditemukan terdiri dari aneka produk minuman ringan, makanan instan, shampo dan sabun.

“Produk pangan kadaluarsa tersebut masih diletakkan di rak toko untuk dijual kepada konsumen. Jika dikonsumsi akan memberikan dampak bagi kesehatan konsumen,” katanya.

Ia mengakui, temuan ribuan kemasan produk ini merupakan temuan yang terbesar dan jarang terjadi pada saat pengawasan rutin maupun jelang hari raya, karena hampir seluruh produk di toko tersebut sudah kedaluarsa.

“Temuan kali ini merupakan yang terbesar dan jarang terjadi saat pengawasan, karena hampir semua barang di toko merupakan barang yang sudah kadaluarsa tetapi masih dijual,” ujarnya.

Selain melakukan pengawasan, disperindag juga harus melihat kembali izin usaha dari toko terse­but, sehingga kedepan tidak lagi menjual produk kedaluarsa.

“Ribuan kemasan produk pangan yang ditemukan telah disita untuk dilakukan pemusnahan, dan kami akan menyurati disperindag untuk melaku­kan pengawasan serta menindaklan­juti izin mereka. Karena temuan ini cu­kup banyak,” tandas Toekan. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon