Daerah ›› DPRD Panggil Pemkot Bahas Pembongkaran Kios OSM

DPRD Panggil Pemkot Bahas Pembongkaran Kios OSM


Ambon - DPRD Kota Ambon melalui Ko­misi III, akan memanggil Pemkot membahas pembongkaran kios dan lapak liar yang dibangun masyarakat untuk berjualan disepanjang jalan Nona Saar Sopacua (OSM), Keca­matan Nusaniwe, serta rencana aksi pem­bongkaran yang sama di Jalan Jenderal Sudirman.

Pemanggilan dilakukan kepada tim pembongkaran Pemkot Ambon dian­taranya, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perindustrian dan Perda­gangan, Dinas Perhubungan dan be­be­rapa Organisasi Perangkat Dae­rah (OPD) terkait lainnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally mengatakan, ko­misi bersepakat mengundang pem­kot membicarakan masalah pembo­ng­karan kios dan lapak liar di OSM.

 “Kita sebelumnya mau undang tim penertiban besok (hari ini-red), namun karena Kota Ambon dilanda duka, mengingat ada banyak OPD yang terlibat dalam tim penertiban maka kita tunda,” ujar Wally kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya, Selasa (11/6)

Dijelaskan, komisi menganggap perlu mengundang pemkot untuk mencari solusi bagi para pedagang tetapi juga ada kejelasan menya­ngkut penarikan retribusi.

“Kita undang untuk carikan so­lusi, dan tanya soal kepastian soal penertiban lapak pedagang di Kota Ambon, sehingga tidak ada yang terkesan bahwa, ada satu OPD yang melakukan penertiban misalnya dilakukan Satpol PP, namun disisi lain ada satu OPD yang masih lakukan penarikan retribusi bagi para masyarakat, sehingga komisi berkei­nginan untuk lakukan koordinasi, agar ada kejelasan,” kata Wally

Dikatakan, rencana penertiban sejumlah lapak atau bangunan yang tidak sesuai peruntukan di Kota Ambon harus dilakukan secara me­rata, agar tidak ada kecemburuan sosial. Hal ini untuk menata Kota Ambon lebih baik dalam rangka mendukung program pemerintah seperti visit Ambon 2020 dan program lainnya.

“Pemerintah mestinya adil dalam melakukan penertiban, jangan ada tebang pilih,” pungkas Wally.

Lapak dan Kios Ditertibkan

Setelah melalui negosiasi yang panjang, Pemkot Ambon akhirnya melakukan penertiban terhadap pulu­han lapak liar dan kios yang berada dikawasan OSM, Keca­matan Nusani­we Kota Ambon, Selasa (28/5).

Penertiban dilaksanakan, pada pukul 09:00 WIT, melibatkan pulu­han anggota Satpol PP dan TNI/Polri. Sebelum melakukan penertiban oleh petugas, sekitar pukul 08:00 WIT, puluhan warga yang meru­pakan pemilik lapak sudah menge­mas  barang-barang mereka, bahkan de­ngan sendirinya membongkar la­pak mereka.

Untuk diketahui, sebanyak 32 lapak dan kios dibongkar Pemkot Ambon. Tidak ada perlawanan dari pemilik. Salah satu pemilik lapak,  Julius Anakotta kepada wartawan menya­yangkan sikap pemkot yang tidak pernah cari solusi saat penertiban. Alhasil, pedagang bi­ngu­ng usai ditertibkan mereka harus kemana.

"Tahun 2014 itu, saya menghadap Asisten I, Setkot dan walikota. Wali­kota berikan kesempatan jualan asal ja­ngan  di atas jalan atau trotoar. Se­dangkan kios saya kan bukan di jalan raya, ada sekat antara trotoar. Bah­kan pak wali tanya, ada berapa kios, saya bilang ada sekian kios dan pak wali mengatakan kalau begitu bapak jualan saja seperti biasa dan saya jualan sampai sekarang," jelas Ana­kotta.

Menurutnya, walaupun pedaga­ng harus menerima lapak dan kios mereka dibongkar, namun sejumlah pedagang mempertanyakan solusi dari pemkot pedagang mau kemana.

"Pemberitahuan pembongkaran sudah kami terima seminggu yang lalu. Tapi tidak ada solusi, melainkan langsung disuruh bongkar. Saya sebagai rakyat kecil mendukung seluruh  program pemerintah kota, te­ta­pi  di dalam program pemerintah kota itu, pemerintah harus  berda­yakan rakyat kecil untuk berkem­bang bukan  pangkas, itu yang saya sesal­kan,"kesalnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penerti­ban Pemerintah Kota Ambon, Mien Tupamahu beralasan, penertiban terhadap puluhan lapak dan kios di OSM karena kawasan itu sudah nampak kumuh.

"Kita lakukan penertiban, supaya kawasan ini jadi baik lagi. Jika ada warga yang membuat aksi terserah saja, tapi Pemkot Ambon tetap jalan sesuai aturan yang ada. Dan kami targetkan hari ini harus selesai," tandasnya.

Tupamahu menambahkan, untuk pedagang yang lapak dan kios dibong­kar, nantinya akan ditempat­kan di Pasar Wainitu dan hal itu su­dah dibahas dengan Disperindag Kota Ambon.

"Kita apresiasi juga ada beberapa  kios yang mereka sadar sendiri untuk dibongkar. Solusi  kita kemarin bersama Disperindag pedagang yang punya lapak dan kios dibongkar didata, kemudian nantinya mereka ditempatkan di pasar Wainitu," ujar Tupamahu.(S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon