Pendidikan ›› Dua Guru Besar Fakultas Pertanian Unpatti Dikukuhkan

Dua Guru Besar Fakultas Pertanian Unpatti Dikukuhkan

Ambon - Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, HB Tetelepta atas nama Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Muhammad Nuh mengukuhkan dua Guru Besar pada Fakultas Pertanian.

Pengukuhan kedua Guru Besar ini dipusatkan pada Aula Lantai II Kantor Rektorat Unpatti Ambon, Kamis (6/10). Kedua Guru Besar tersebut, yakni Prof. DR. Ir. Jeffrie Wattimena, MP sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Bioteknologi Reproduksi Ternak dan Prof. DR. Ir. Simon HT Rahardjo sebagai Guru Besar dalam Bidang Bioteknologi Tanaman.

Tetelepta usai acara pengu­kuhan tersebut kepada wartawan menga­ta­kan, dengan pengkuhuan kedua guru besar pada Fakultas Pertanian ini, sekiranya semua pihak akan men­dukung keduanya dengan leluasa untuk menerapkan ilmu yang dimiliki mereka demi dan untuk kemasla­hatan masyarakat secara umum.

“Pemerintah sangat mengharap­kan dari dua professor yang baru saja dikukuhkan oleh saya atas nama Mendiknas, mari kita semua mendu­kung mereka dan memberikan ruang yang besar bagi mereka untuk berak­tivitas dalam menerapkan ilmu yang ada pada mereka demi kemaslahatan banyak orang,” ajak Tetelepta.

Kedua professor baru tersebut, menurut Tetelepta, keduanya sangat diharapkan bisa memberikan kon­tribusi yang maksimal sesuai bidang ilmu yang dimilikinya dalam ber­bagai kajian-kajian ilmiah yang bakal dilakukan keduanya terkhusus di bidang pertanian dalam menghadapi berbagai persoalan pangan di Indonesia secara umum dan Maluku secara khusus.

“Sudah barang tentunya dua professor baru ini diharapkan akan memberikan kontribusi yang sangat besar terutama dalam peran dan kajian-kajian ilmiah yang terkait dengan pengembangan pertanian kita di Indonesia melalui Unpatti sebagai sebuah lembaga perguruan tinggi yang mempunyai kontribusi bagi pemerintah terutama dalam menghadapi persoalan-persoalan pangan yang makin hari menjadi penting seiring bertambahnya penduduk Indonesia yang juga semakin hari semakin banyak serta diringi dengan kebutuhan pangan yang makin bertambah,” ungkapnya.

Tetelepta berharap, kedua professor baru tersebut dapat mampu bersama-sama dengan lembaga Unpatti untuk mencetak para sarjana yang bermutu dan berkualitas.

“Mereka ini masih sangat muda dan punya waktu yang banyak dalam hal melakukan kajian-kajian terkait dengan peningkatan kualitas mutu pangan nasional dan mereka akan bekerja secara professional dalam mempersiapkan para generasi muda yang ada pada Fakultas Pertanian sehingga menjadi sarjana-sarjana yang bermutu,” tandasnya.

Sementara itu, Rahardjo kepada wartawan mengaku, penggunaan bibit unggul di Maluku belum berja­lan secara maksimal, kendati memiliki peluang yang sangat besar dalam hal peningkatan produksi pertanian.

“Sebenarnya masih ada peluang yang besar untuk meningkatkan produksi pertanian di Maluku ka­rena memang petani sampai sekarang belum memakai benih-benih unggul, selain penggunaan sarana produksi juga belum maksimal untuk mencapai hasil yang maksimal sehingga masih ada peluang yang besar untuk me­ningkatkan kualitas produksi perta­nian,” kata Rahardjo

Sementara itu, Wattimena pada kesempatan tersebut kepada warta­wan mengatakan, sinkronisasi antara berbagai elemen, baik Per­guruan Tinggi, dinas terkait dan stakeholder tidak jalan dengan baik, sehingga so­sialisasi ke bawah itu tidak jalan, padahal sebenarnya kalau penggu­naan bioteknologi itu sangat memper­cepat produktivitas ternak, terutama produksi daging, susu dan telur.

“Cuma aplikasi bioteknologi itu masih terdapat banyak faktor yang di­sempurnakan dan diaplikasikan se­ca­ra benar, sehingga peningka­tan pro­duk­tivitas itu akan tercapai dalam wak­tu yang cepat,” kata Wattimena. (S-35)



Berita Terkait


Ambon