Budaya ›› Empat Pilar Kebangsaan Terus Disosialisasi

Empat Pilar Kebangsaan Terus Disosialisasi

Ambon - Anggota MPR RI, Jhon Pieris terus melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan. Setelah aparatur pemerintahan di lingkup Peme­rintah Kota (Pemkot) Ambon, kali ini sosialisasi dilakukan kepada guru-guru dan pegawai tata usaha SMP Negeri 4 Ambon, Selasa (13/12).

Sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut terdiri dari, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Jhon Lewaherilla mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon dalam sambutannya mengatakan, empat pilar kebangsaan tersebut harus terus diperkokoh termasuk kepada guru-guru dalam membangun karakter anak bangsa.

Membangun karakter dan membangun bangsa dalam tatangan kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat harus dimulai dari upaya bersama guru-guru untuk memperkokoh empat pilar kebangsaan tersebut.

Pemkot terutama Dinas Pendidikan Kota Ambon, lanjutnya, melihat sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Ambon merupakan sebuah langkah terobosan yang sangat positif dan konstruktif, karena komitmen Kementerian dan Kebudayaan serta seluruh jajaran, baik pusat maupun daerah telah menempatkan pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai icon penting dalam rangka menjawab berbagai fenomena sosial dan problematika bangsa yang terjadi saat ini.

Dikatakan, kurangnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, adalah ancaman terhadap NKRI yang kian meningkat dan  semboyan Bhinneka Tunggal Ika telah terguncang eksistensinya dengan disorientasi dan disintegrasi bangsa.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa, sebagai salah satu konten baru kurikulum pendidikan sebenarnya merupakan salah satu upaya merekonstruksi karakter bangsa, terutama generasi muda bangsa yang mayoritasnya adalah peserta didik pada setiap jenis dan jenjang pendidikan.

“Saya merasa perlu menegaskan pula bahwa, membangun karakter dan membangun bangsa dalam tatanan kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat harus dimulai dari upaya kita untuk memperkokoh empat pilar kebangsaan yang menjadi tema pembicaraan kita,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota MPR RI, Jhon Pieris mengatakan, MPR RI terus melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan, karena ada beberapa variabel yang terjadi, yaitu nilai-nilai Pancasila sudah tidak dipahami dan dilaksanakan dengan baik.

“Terjadi beberapa variabel pembakaran rumah-rumah ibadah, sekte nilai-nilai Pancasila tidak dipahami dengan baik, agama bisa jadi alat pemersatu tetapi karena agama orang bisa saling membunuh sesama, karena negara kita adalah majemuk atau pluralisme sehingga tidak bisa mengambil agama sebagai alat pemersatu, tetapi memilih Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi kita,” papar Pieris.

Wakil Fraksi DPD RI di MPR RI ini mengatakan, Pancasila mengalami distorsi atau defiasi yang luar biasa seiring dengan sistem multi partai, di mana munculnya partai-partai agama, seperti Partai Bulan Bintang, Partai Bintang Reformasi, Partai Nahdatul Umah, Partai Kasih Demokrasi Kebangsaan dan Partai Damai Sejahtera serta lainnya. Karena itu, Pancasila harus disosialisasi.

Dikatakan juga, UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis dan tertinggi di Negara Indonesia yang diikuti dengan aturan-aturan lain dibawahnya seperti, Undang-Undang, Peraturan Pemerintah hingga sampai peraturan daerah, peraturan gubernur, walikota, bupati dan pemerintah desa, namun terkadang aturan-aturan ini bertentangan dengan UUD 1945.

Sedangkan untuk Bhinneka Tunggal Ika biar berbeda tetapi tetap satu, di mana sebagai warga Negara Indonesia haruslah mengatakan jati diri sebagai warga Indonesia.

“Kita harus katakan saya orang Indonesia yang berasal dari Ambon bukan orang Maluku dari Indonesia,” katanya sembari menegaskan, NKRI merupakan pilihan yang tepat.

Kepada wartawan, Kepala SMP Negeri 4 Ambon, Aleks Sitianapesy mengatakan, dirinya memberikan apresasi kepada anggota DPD RI Jhon Pieris yang memilih SMP Negeri 4 dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan ini, dan hal ini sangat positif diberikan kepada guru-guru yang notabenenya adalah agent dari pembangunan pendidikan.

Ia berharap, guru dapat menyampaikan empat pilar kebangsaan ini kepada siswa agar memiliki pemahaman yang positif dan memiliki komitmen kebangsaan dengan harapan, miliki rasa nasionalisme yang tinggi. (S-19)



Berita Terkait


Ambon