Hukum ›› Giliran Direksi Lapangan Dinas PU Malteng Ditahan

Giliran Direksi Lapangan Dinas PU Malteng Ditahan

Masohi - Setelah berturut-turut menahan dua tersangka masing-masing, Jefri Tiara, kontraktor proyek Puskesmas Layeni, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) Kabupaten Maluku Tengah (Malteg), Pimpinan Proyek (pimpro) Gunawan Sadikin, kini giliran Kejaksaan Negeri (Kejari) Masohi menahan Direksi Lapangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Malteng, Maks Siahaya.

Siahaya ditahan, karena diduga terlibat dalam korupsi pembangunan Puskesmas Layeni senilai Rp 1,3 miliar dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Malteng tahun 2008.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Tiara Timur. Sesuai dokumen, proyek Puskesmas ini dikerjakan tanggal 13 Juli 2008 dengan masa kerja 120 hari tepatnya di bulan Oktober 2008, namun hingga saat ini proyek pembangunan puskesmas tersebut belumlah selesai dikerjakan.

Dari Pantuan Siwalima, Siahaya ditahan dan digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Masohi, Jumat (23/4) sekitar pukul 20.00 Wit. Siahaya dikawal oleh sejumlah jaksa diantaranya, Kepala Seksi Penyidikan, Victor Mailoa

Siahaya ditahan, setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan mulai dari pukul 15.00 Wit oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Moneter Kejari Masohi, Williem Mairuhu dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Siti Martono di Aula Kantor Kejari Masohi.

Siahaya dicerca 32 pertanyaan seputar fungsi tugasnya sebagai Direksi Lapangan dalam melakukan pengawasan terhadap pembangunan Puskesams Layeni.

"Kita periksa sebagai saksi dan kemudian dijadikan sebagai tersangka. Kita langsung tahan yang bersangkutan dibawa ke Rutan bersama-sama dengan dua tersangka lainnya yang sudah ditahan sebelumnya, "ungkap salah satu sumber Siwalima di Kejari Masohi
Sita Dokumen

Keseriusan korps Adhyaksa di Kejari Masohi yang dipimpin Rustam patut diberikan apresiasi, secara berturut-turut telah menahan tiga tersanga. Kejari juga pada Jumat (23/4) kembali melakukan penyitaan dokumen anggaran pembangunan Puskesmas Layeni di Dinas Kesehatan Kabupaten setempat.

Pantauan Siwalima, tim Kejari Masohi berjumlah empat orang yang dipimpin Kepala Seksi Ekonomi dan Moneter, William Mairuhu.

Tim Kejari Masohi langsung menuju ruangan administrasi dan bertemu dengan bendahara proyek, Muhammad Pelupessy. Dokumen yang diinginkan telah disiapkan. (S-24)



Berita Terkait


Ambon