Ambon - Gereja Protestan Maluku (GPM) telah membuka diri untuk turut berpartisipasi secara bersama-sama menyukseskan pelaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional yang ke XXIV yang akan berlangsung pada bulan Juni mendatang.
Pasalnya, GPM melihat pelaksanaan MTQ bukan saja merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peranan lembaga-lembaga keagamaan, sehingga GPM telah siap untuk membantu berbagai hal yang dibutuhkan pihak penyelenggara.
“Kami sudah mempersiapkan diri untuk membantu dalam hal apa saja, sehingga saat ini gereja tetap berbuka diri untuk melihat masalah yang terjadi, apakah itu masalah akomodasi maupun yang lainya. Karena ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab gereja, sekalipun ini merupakan tanggung jawab dari pemerintah, tetapi juga tanggungjawab kita semua,” jelas Ketua Klasis GPM Pulau Ambon, Pendeta D Mayaut kepada Siwalima di ruang kerjanya, pekan kemarin.
Mayaut mengaku, gereja tidak tutup mata terhadap berbagai kegiatan yang menyangkut dengan keagamaan, apalagi pelaksanaan MTQ merupakan kegiatan nasional di mana Kota Ambon sebagai tuan rumah, sehingga gereja juga terpanggil sebagai bagian dari pelaksanaan MTQ tersebut untuk turut berpartisipasi secara bersama-sama.
Dijelaskan, sosialisasi di tingkat GPM telah dilakukan kepada seluruh warga GPM di Maluku termasuk di Kota Ambon dan Pulau Ambon. Di mana GPM telah bertekad untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ XXIV. Sebagai umat beragama, GPM telah berkomitmen untuk bersama-sama mewujudkan partisipasi yang baik untuk menciptakan kerukunan beragama yang mesti terus dibangun.
“Perdamaian di Kota Ambon dan Maluku mesti terus terjaga, dan keakraban antara umat beragama mesti terus dipupuk dengan mendukung kegiatan-kegiatan yang menyangkut agama,” ujarnya.
Warga GPM di Maluku, tambah Mayaut, telah mempersiapkan umatnya untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan MTQ ini yang bukan saja merupakan tanggung jawab dari pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama tokoh-tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan seluruh masyarakat di Kota Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya.
“Kita sudah siapkan umat Kristiani untuk bersama-ama menyukseskan kegiatan MTQ, karena memang bukan tanggungjawab pemerintah saja, tetapi juga lembaga keagamaan termasuk gereja, bahkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta para pemuka agama yang ada di Maluku,” tandasnya.
NU Dukung
Sementara itu, di tempat terpisah, Sekertaris Nahdlatul Ulama (NU) Kota Ambon, Isra Sanaky mengaku, NU berusaha semaksimal mungkin mendukung dan mengsukseskan pelaksanaan MTQ di Ambon.
Kepada Siwalima di Ambon, Jumat (17/2), Sanaky meminta, seluruh warga Maluku untuk tetap menjaga kondisi keamanan dan kedamaian. “Masyarakat Maluku baik itu Kristen maupun Islam, kita harus selalu menjaga stabilitas keamanan di Maluku sehingga, kenyamanan dan kedamaian para tamu-tamu yang akan datang dalam pelaksanaan MTQ tersebut juga merasa nyaman, aman dan damai,” pintanya. (Mg-2)