Budaya ›› Hasil Lomba Pesparawi Dikritik Peserta Diduga Panitia Penyelenggara Intervensi Hasil Lomba

Hasil Lomba Pesparawi Dikritik Peserta

Ambon - Pelaksanaan Lomba Banding Nyanyi Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Kota Ambon yang telah berakhir pada Kamis (28/7), mendapat kritikan dari peserta yang mengikuti ajang tersebut.

Pasalnya hasil dari penilaian para dewan juri untuk kategori Paduan Suara Laki-Laki, diduga diintervensi oleh panitia penyelenggara, khususnya seksi perlombaan, karena tidak sesuai dengan hasil juara pada kategori tersebut dengan penampilan yang ditunjukkan oleh para peserta.

Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Paduan Suara Pelayanan Pria Jemaat GPM Eirene Batu Gajah, Semmy Souisa kepada Siwalima di Ambon, Sabtu (30/7).

Menurutnya, Jemaat Eirene yang mengikuti satu kategori, yakni lomba paduan suara laki-laki mengaku, kecewa dengan hasil yang disampaikan oleh dewan juri, karena tidak transparan dan sangat menyolok adanya intervensi dari panitia penyelenggara.

“Selama perlombaan berlangsung, yang diikuti enam peserta, kami merasa penampilan yang ditunjukkan akan berhasil masuk pada urutan tiga besar, namun kenyataannya paduan suara laki-laki jemaat Eirene hanya meraih harapan II,” sesal Souisa.

Souisa menjelaskan, hasil dari perlombaan tidak diterima, sehingga pihaknya mencoba untuk bertanya kepada dewan juri yang saat itu menginap di Hotel Marina, namun ketika ditanya kepada dewan juri, apa kekurangan paduan suara laki-laki Jemaat Eirene yang tampil dengan nomor urut empat, dengan tujuan agar catatan yang diberikan, dapat diperbaharui nantinya 

“Ternyata dewan juri tak mampu menjelaskan bahkan mereka terkesan lepas tangan terhadap hasil yang telah diumumkan tersebut,” ujarnya.

Dia menilai, hasil yang diputuskan para dewan juri sudah diintervensi oleh pantia penyelenggara, sehingga hasil yang diinginkan tidak tercapai padahal penampilan yang ditunjukkan sangat maksimal.

Seharusnya lewat lomba banding nyanyi Pesparawi Tingkat Kota Ambon  tersebut, panitia lomba harus menunjukan sebuah kejujuran, sehingga dapat menghasilkan bibit-bibit musikalis untuk mewakili kota ini ke jenjang berikutnya.

“Jika panitia penyelenggara seperti ini, tentu jumlah peserta yang akan mengikuti lomba ini akan menjadi kurang, sebab pasti ada jemaat yang kecewa untuk ikut, tapi hanya itu-itu saja yang juara,” cetusnya.

Ditambahkan, kejadian seperti ini sudah berlangsung sejak pelaksanaan lomba ini di tahun sebelumnya, sehingga lembaga Pesparawi Kota Ambon, sudah semestinya dibenahi, agar ke depan lomba tersebut menjadi ajang pencarian bibit yang benar-benar jujur, adil dan berkualitas. (S-34)



Berita Terkait