Daerah ›› Hasil Uji Publik Data K2 Mestinya Berkurang BKD Malteng Diminta Transparan

Hasil Uji Publik Data K2 Mestinya Berkurang

Masohi - Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) kembali dikecam atas sikapnya yang hingga kini kurang  transparan, terhadap hasil koreksi data  pegawai honorer kategori dua (K2) yang akan mengikuti seleksi pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) November mendatang.

Badan yang dipimpinan Napsin Ramia ini diminta terbuka, dan menjelaskan kepada publik soal hasil koreksi honorer tersebut yang dinilai mestinya berkurang dari jumlah 1.037 orang atau statis dengan jumlah yang sama, dan bukan se­balik­nya meningkat menjadi 1.437  orang pegawai.

Kepada Siwalima, Senin (16/9), salah satu tokoh pemuda Malteng Baharaudin helle mengungkapkan, pengumuman data tenaga honorer K2 yang sempat bermasalah dan dilakukan uji publik untuk me­ngoreksi honorer siluman pada tahun 2012 lalu, sesungguhnya harus tidak bertambah dan mesti berada pada posisi angka yang sama, yang menunjukan bahwa data tersebut memang dikoreksi, dengan   mencoret nama-nama pegawai honorer siluman dalam daftar tersebut.

Dengan ketidaktransparansinya pihak BKD Malteng, lanjutnya, akan memberikan penilai miring publik. Karena diduga tenaga honorer siluman juga ikut diloloskan.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi pihak BKD Malteng untuk menutupi masalah tersebut, karena masalah tenaga honorer siluman bukan lagi menjadi hal yang baru tetapi telah diperbincangkan sampai di tingkat DPRD Malteng.

Jika sesuai dengan komitmen Pemerintah Pusat (Pempus) hanya mengakomodir sedikitnya 30 persen dari jumlah honorer K2 yang akan mengikuti seleksi penjaringan tersebut, kata dia, maka otomotis banyak honorer K2 yang akan terancam.

’’Jika hal ini terjadi, maka pihak yang paling mengambil keuntungan adalah mereka yang tidak pernah honor dan terdaftar sebagai honorer K2, yang akan mengikuti seleksi pengangkatan pada PNS pada November mendatang,’’Katanya.

Dikatakan, BKD Malteng harus bertanggung jawab untuk membuka diri dan memberikan informasi yang tepat bagi masyarakat soal berapa tenaga honorer yang diikut sertakan dalam proses pengusulan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Sikap tertutup yang dilakoni BKD Malteng saat ini, adalah bom waktu yang pada saatnya akan meledak dan mengorbankan banyak orang, BKD harus terbuka dan minimal memberian informasi yang tepat bagi masyarakat, sebab hingga kini data honorer K2 yang dikoreksi juga tidak pernah diumumkan kepada masyarakat agar dapat diketahui dengan jelas,’’ tuturnya.

Ditambahkan, BKD Malteng ha­rus juga mengumumkan penamba­han daftar pengusulan honorer K2, agar tidak menimbulkan kecurigaan bahwa daftar tersebut masih ter­daftar honorer siluman. (S-36)



Berita Terkait


Ambon