Kesra ›› Ikan Teluk Kayeli Mati Tercemar Limbah Air Raksa

Ikan Teluk Kayeli Mati Tercemar Limbah Air Raksa


Ambon - Sudah dua pekan terakhir ini ikan di Teluk Kayeli, Kabupaten Buru ditemukan mati akibat perairan tersebut  tercemar limbah air raksa.

Limbah air raksa tersebut diduga berasal dari proses penambangan emas di Sungai Waitina.

Salah seorang warga setempat, Ibrahim Wael mengaku akibat ditemukannya ikan di perairan tersebut mati maka warga enggan membeli ikan hasil tangkapan nelayan.

“Masyarakat di Kabupaten Buru saat ini enggan membeli ikan hasil tangkapan nelayan dari Teluk Kayeli karena diduga telah tercemar akibat tumpahan bahan beracun yang digunakan para penambang emas,” ungkap Wael kepada Siwalima melalui telepon seluler, Sabtu (11/8).

Untuk memenuhi kebutuhan ikan segar di Namlea, katanya, membuat masyarakat terpaksa membelinya dari Pulau Ambon dan menyimpannya dalam kotak pendingin yang kemudian diangkut ke Namlea.

Ia mengaku pencematan tersebut juga menyebabkan pendapatan para nelayan di Teluk Kayeli menurun.

“Hal ini tentu saja berpengaruh pada pendapatan nelayan, selain juga berdampak pada kesehatan warga. Apalagi saat ini aktivitas penambangan emas kembali dilakukan para penambang yang datang dengan air raksa dalam jumlah besar serta penggunaan mesin tromol di tepi aliran sungai, rawa-rawa maupun masuk ke perkampungan warga,” ungkapnya.

Wael berharap agar pemerintah harus secepatnya mengambil langkah tegas guna menyelesaikan kasus pencematan tersebut.

“Kami berharap pemerintah bisa mengambil langkah yang lebih tegas untuk mengisolasi areal penambangan di Wamsait, Gunung Botak maupun kawasan Sungai Anhony karena banyak drum penampungan air raksa di daerah itu yang sewaktu-waktu bisa tumpah akibat banjir seperti kasus beberapa waktu lalu,” katanya. (S-36)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon