Budaya ›› Ikatan Persaudaraan Kailolo-Tihulale 78 Tahun Silam Dirajut Kembali

Ikatan Persaudaraan Kailolo-Tihulale 78 Tahun Silam Dirajut Kembali


Ambon - Ikatan persaudaraan antara masyarakat Negeri Kailolo/Sahapory yang ada di Jazirah Hatuhaha, Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah yang beragama muslim, dengan warga Negeri Tihulale/Amalessy, Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang beragama Kristen terbina sejak 78 tahun silam kembli dirajut.

Proses ikatan persaudaraan antara masyarakat di dua pulau yang berbeda ini diawali pada tahun 1930, dimana kedua negeri bergabung dalam satu perahu saat diadakan lomba arumbai. Dalam lomba itu dimenangkan oleh kedua negeri tersebut.

Ikatan persaudaraan yang terjadi saat perlombaan arumbai itu, kemudian dilanjutkan pada tahun 1932, saat proses pembangunan Masjid Jammi Nandatu Negeri Kailolo, semua kayu untuk bangunan masjid diambil dari Negeri Tihulale dan atas kebaikan dari warga Tihulale itu, kemudian sisa tegel dari proses pembangunan Masjid Jammi Kailolo diserahkan untuk pembangunan Gedung Gereja Beth-Eden Jemaat Tihulale Klasis Kairatu. Proses pembangunan gereja tersebut dilakukan pada tahun 1935, dimana kayu untuk pembangunan gereja jemaat Tihulale itu sama seperti kayu untuk pembangunan Masjid Kailolo.

Untuk mengenang ikatan persaudaraan yang terjalin selama 78 tahun yang dilakukan oleh leluhur kedua negeri, maka pada Sabtu (8/8) apa yang dilakukan pada tahun 1932 itu dirajut kembali, Masjid Jammi Nandatu Negeri Kailolo akan diperlebar sehingga kayu-kayu untuk pembangunan itu harus berasal dari Negeri Tihulale.

Ikatan persaudaraan warga Kailolo/Sahapory dan Negeri Tihulale/Amalessy dilakukan secara adat di baileu negeri Tihulale, dimana raja kedua negeri dan tetua adat secara bersama-sama mengucapkan ikrar, agar ikatan persaudaraan yang terbina sejak 78 tahun silam itu tetap terbina untuk selama-lamanya.

Sebagai wujud penyatuan kedua negeri dalam merajut ikatan persaudaraan yang terbina 78 tahun silam itu, tetua-tetua adat kedua negeri melakukan upacara adat dengan minum air putih secara bersama-sama, dimana air putih yang mereka minum melambangkan persaudaraan yang mereka rajut kembali itu dengan ikhlas dan suci seperti air untuk selama-lamanya.

Raja kedua negeri yakni Jarir Marasabessy dan Daniel Martin Sapury sepakat untuk setiap tiga tahun di gelar acara ikatan persaudaraan dalam rangka mengingatkan kepada generasi muda kedua negeri agar ikatan antara kedua negeri tidak putus.

Kedua raja menyerukan kepada warga Sahapory dan Amalessy agar warga kedua negeri untuk terus menjaga dan melestarikan apa yang dilakukan sejak 78 tahun silam, dimana warga kedua negeri dimanapun berada untuk sama-sama saling menyatu, menyapa satu sama lain dan saling membantu baik dalam keadaan suka maupun duka. (S-26)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon