Daerah ›› Infrastruktur Pertanian Pengaruhi Produksi Petani

Infrastruktur Pertanian Pengaruhi Produksi Petani

Ambon - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Maluku, Hj. Etha Aisyah Hentihu mengatakan, keterbatasan penyediaan infras­truktur pertanian seperti jaringan irigasi mempengaruhi produktivitas masyarakat petani.

Menurutnya, pemerintah sangat berkepentingan mengotimalkan pembangunan proyek bendungan dan jaringan irigasi dalam usaha membantu petani guna memaksi­malkan produksi pertanian.

Dalam rilis yang disampaikan ke Siwalima, Sabtu (28/4), Hentihu menjelaskan, pembangunan infras­truktur membutuhkan koordinasi lintas instansi, sehingga pemerintah kabupaten/kota seharusnya memi­liki master plan infrastruktur untuk dua sampai tiga puluh tahun kede­pan melalui pendekatan sektor, ruang dan pengguna.

Hal ini sangat penting karena akan mempercepat realiasi proyek yang diusulkan daerah pada Peme­rintah Pusat.

Hentihu mengungkapkan, penin­jauan ke jaringan irigasi Waigeren dan Waiperang sekaligus untuk menyerap aspirasi masyarakat pe­tani pulau Buru sebagai bahan masukan, yang akan disampaikannya dalam rapat kerja komite II DPD RI dengan kementerian terkait seperti, Kemen­terian Pertanian dan Pekerjaan Umum PU.

“Pembangunan irigasi ini sangat bernilai bagi usaha pertanian di Pulau Buru, karena akan menjawab ketersediaan air bagi kebutuhan persawahan. Dengan ketersediaan air melalui sistem irigasi yang tepat akan menciptakan program intesifi­kasi maupun eksentifikasi pertanian di Kabupaten Buru. Hal inilah yang sangat diharapkan dalam mening­kat­kan produktifitas pertanian dan menjadikan Pulau Buru sebagai lumbung pangan di Maluku,” ujar­nya.

Ia berharap proyek pembangunan irigasi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat petani dalam jangka waktu panjang.

Ia juga meminta, masyarakat pe­tani dan intansi teknis terkait agar mengelola dan menjaga infrastruk­tur pertanian berupa irigasi dengan baik.

Untuk diketahui, pembangunan jaringan irigasi Waigeren dan Waiperang menggunakan alokasi dana APBN 2011 yang masing-masing sebesar Rp 40 milyar, pem­bangunan irigasi Waigeren sebesar Rp 2,5 milyar untuk pem­bangunan jaringan irigasi Wai­perang.

“Alokasi dana yang besar ini menunjukan keseriusan pemerintah dalam mendukung program pem­bangunan pertanian di Kabupaten Buru agar menjadi daerah lumbung pangannya Maluku,” ujarnya. (S-26)



Berita Terkait


Ambon