Ambon - Pengusaha minyak di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Titus Tilukay yang akan menjadi sasaran bidikan terkait kasus tewasnya wartawan Alfrets Mirulewan, mencurigai ada konspirasi tinggi yang berupaya menyeret dirinya dalam kasus ini.
"Jadi mereka arahkan senjata itu kepada saya. Padahal, sebenarnya kita bukan punya minyak ilegal, tetapi legal dan kita sudah dua tahun ini tidak ada apa-apa," kata Titus kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (5/2).
Menurut Titus, sebenarnya ada konspirasi besar yang melibatkan oknum-oknum tertentu, yang terancam dengan investigasi yang dilakukan oleh Mirulewan yang akhirnya balik mengarahkan persoalan itu kepada dirinya.
"Jadi ini ada konspirasi tingkat tinggi. Jadi, mereka arahkan senjata di saya. Padahal, mungkin adik kita wartawan yang korban ini sementara tangani kasus-kasus lain sebab ada kasus-kasus korupsi lain yang juga mungkin ditanganinya di MBD. Jadi mereka alihkan kasus BBM ini kepada saya," ujarnya.
Titus mendukung pengusutan pihak kepolisian dan mengharapkan agar kasus pembunuhan wartawan Alfrets Mirulewan di Kisar itu terungkap.
"Lebih baik kasus ini terungkap. Saya juga jadi korban, saya punya anak-anak jadi korban. Bahkan, saksi kunci juga sudah bersedia untuk mengungkapkan semuanya, dan dia minta didampingi oleh satu pengacara dari saya, sebab dia dipaksa untuk mengaku dan menuduh anak buah saya sebagai pelakunya," tutur Titus.
Titus juga mengungkapkan, ada rekomendasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) MBD yang telah diterimanya, yang turut menuding bahwa dirinya terlibat dalam kasus pembunuhan Mirulewan.
"Ada rekomendasi dari pemda bahwa saya terlibat dalam kasus pembunuhan. Padahal, saya tidak terlibat dalam kasus ini, jadi saya akan kirim rekomendasi ini kepada pengacara saya dan akan dilanjutkan kepada pihak polda," tandasnya, sembari menambahkan, dirinya juga akan melaporkan rekomendasi Pemda MBD itu kepada pihak kejaksaan.
Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse dan Kriminal (Ditreskrim) Polda Maluku akhirnya mulai membidik pemilik BBM yang diduga menjadi akar permasalahan tewasnya Pemimpin Redaksi (Pemred) Tabloid Pelangi Maluku, Alfrets Mirulewang di Kisar Kabupaten MBD beberapa waktu lalu.
"Saat ini kami sedang menyelidiki keterlibatan Titus Tilukay pemilik BBM yang diangkut ke Kisar dan kemudian diinvestigasi oleh rekan kami Alfrets hingga kemudian dibunuh," jelas Direskrim Polda Maluku, Kombes Pol Jhonny Siahaan kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (4/2).
Penyelidikan terhadap Titus Tilukay, penyidik Polda Maluku akan bekerja sama dengan penyidik Reskrim Polres MTB.
Sebelumnya, Kapolres MTB, AKBP Aris Budiarsa kepada Siwalima, Rabu (22/12) lalu, mengaku penyelidikan terhadap tewasnya kasus Alfrets Mirulewan akan mengarah juga kepada pemilik BBM Titus Tilukay. "BBM tersebut milik agen Pertamina Titus Tilukay. Tilukay sendiri adalah pengusaha minyak ternama di Kabupaten MBD. Dia satu-satunya yang memiliki Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di kabupaten pemekaran ini," kata Aris Budiarsa.
Untuk diketahui, jika pengakuan Kapolres bahwa BBM itu milik Titus Tilukay, itu artinya ada benang merah antara keterlibatan polisi dengan pengusaha ini terkait dengan BBM.
Betapa tidak, Titus pernah tertangkap saat BBM berisi 35 Ton yang diangkut menggunakan KM Harapan II ditahan polisi dari kesatuan Polair pada 29 Desember 2009 lalu.
BBM 35 Ton itu kemudian dilepas kembali oleh Direktur Polair, Kombes Pol Putu Prayogi setelah ditahan cukup lama oleh kesatuan tersebut. Alasan penahanan BBM tersebut karena alat pengangkut, yakni KM Harapan II bukan kapal pengangkut BBM sesuai ijin operasional.
Herannya, meski ada tindakan pelanggaran yang dilakukan Titus, namun Polair dengan gampang melepaskan BBM tersebut kepada pemiliknya. Direktur Polair Kombes Putu Prayogi yang hendak dikonfirmasi Siwalima melalui telepon genggamnya tidak berhasil.
Terhadap temuan ini, Jhonny Siahaan menandaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan, sehingga belum dapat menjelaskan lebih jauh keterlibatan Titus Tilukay dalam kasus tersebut. (S-35)
|
|
|