Hukum ›› Jaksa Teliti Berkas Narkoba di Lapas

Jaksa Teliti Berkas Narkoba di Lapas


Ambon - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Maluku se­mentara meneliti berkas perkara Rivaldo, pemilik narkoba di Lapas Klas IIA Ambon.

Rivaldo ditangkap saat dilakukan sidak oleh Tim Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Maluku, pada Jumat (4/1) lalu.

Saat itu, Rivaldo bersama Geral Tomatala, yang adalah bandar narkoba, sementara berpesta narkoba dan miras di kamar mereka di Blok Nuri.

“Berkas tahap I nara­pi­dana narkoba sementara diteliti JPU Kejati Maluku,” kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette ke­pada Siwalima di Ambon, Rabu (13/2).

Berkas Rivaldo akan di­teliti selama 14 hari. Jika ditemukan kekurangan, kata Sapulette, berkas akan dikembalikan ke penyidik BNN Maluku beserta pe­tunjuk untuk dilengkapi.

“Masih diteliti, kalau belum lengkap dikembali­kan ke penyidik. Tapi kalau memang sudah lengkap, maka akan dikoordinasikan dengan penyidik untuk dilakukan penyerahan tahap II,” ujarnya.

Geral Saksi

Lalu bagaimana dengan bandara narkoba Geral Tomatala?. Menurut Kepala BNP Maluku, Brigjen M Aris Purnomo, penyidik tidak menemukan bukti keterliba­tannya dalam pesta narkoba di Lapas.

 “Statusnya masih sebagai saksi karena dalam proses penyidikan enam saksi sudah diperiksa termasuk dua petugas Lapas dan tim Kanwil yang melakukan si­dak saat itu mengaku ba­rang bukti berupa narkoba itu milik Rivaldo dan hasil pe­me­riksaan urinenya juga nega­tif,” jelas, Aris Purnomo, ke­pada Siwalima, melalui tele­pon selulernya, Jumat (8/2).

Sementara untuk keterli­batan pegawai Lapas, Pur­nomo menjelaskan, tran­saksi narkoba didalam La­pas itu tak diketahui oleh para petugas karena barang haram itu masuk dengan cara dilempar dari pagar tembok.

“Jadi petugas di blok itu tak mengetahui adanya narkoba yang masuk karena menurut keterangan saksi-saksi, narkoba dilempar dari pagar tembok,” ujarnya.

Dijelaskan, hasil penye­lidikan dan penyidikan akan disampaikan pula kepada Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Maluku.

“Kita akan sampaikan ha­sil­nya ke Kanwil Hukum dan Ham dalam waktu dekat ini, karena kasus ini merupakan hasil sidak dari tim Kanwil,” terangnya.

Sementara Kepala Rutan Klas IIA Ambon, Irhamuddin mengatakan, Geral dan Rivaldo masih dikurung di rutan.

“Keduanya masih diku­rung di sel pengasingan di rutan,” ujarnya, kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Jumat (8/2).

Ia belum bisa memastikan hingga kapan keduanya akan tetap dikurung di rutan, karena masih menunggu pe­tunjuk pihak Kanwil Hu­kum dan HAM Maluku. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon