Budaya ›› Jambore Remaja Sinode GPM 2012 Dicanangkan Wabup SBB: Remaja Jadi Aset Gereja

Jambore Remaja Sinode GPM 2012 Dicanangkan

Ambon - Penyelenggaraan Jambore Remaja tingkat Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) II/2012 yang akan berlangsung di Klasis Kairatu, 2-6 September resmi dicanangkan.

Pencanangan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pendeta V Untailawan dan Wakil Bupati (Wabup) Seram Bagian Barat (SBB), M Husni yang ditandai dengan pemukulan ‘toleng-toleng’ saat ibadah minggu yang berlangsung di Gereja Pniel, Klasis Kairatu, Minggu (3/6).

Sekretaris Umum MPH Sinode GPM, Pendeta V Untailawan dalam sambutannya mengatakan bunyi ‘toleng-toleng’ saat pencanangan Jambore Remaja tingkat Sinode GPM II/2012 tersebut telah mengumandangkan kepada seluruh warga gereja bahwa anak remaja milik Tuhan yang dipercayakan kepada orang tua, pemerintah dan gereja untuk dididik dan dibina sebagai generasi penerus pelaksana misi pembangunan yang berkelanjutan demi kehidupan yang berdamai sejahtera.

“Pelaksanaan Jambore Remaja tingkat Sinode GPM II/2012 merupakan bagian dari pembetukan karakter remaja agar di masa mendatang ada warga gereja yang bertanggung jawab untuk melakukan berbagai tanggung jawab yang diembannya atas dasar iman,” katanya.

Untailawan menjelaskan Klasis Kairatu merupakan salah satu pintu masuk Pulau Seram sehingga selain pengaruh positif, umat juga tidak dapat menutup mata dari pengaruh-pengaruh negatif.

“Jangan kita diam menikmati lajunya kecanggihan teknologi tetapi marilah kita bersama-sama mengantisipasi karena kecanggihan teknologi juga mendatangkan ancaman. Anak-anak di sekolah sudah diajarkan menggunakan internet, sehingga semua akses berita dari seluruh dunia bisa diperoleh, tetapi harus diingat ada orang juga yang menyebarkan info-info sesat bagi remaja, sehingga hal ini harus diwaspadai. Kita bisa menikmati kecanggihan teknologi tetapi harus ada filter untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat,” jelasnya.

Sementara itu, Wabup SBB, M Husni menegaskan, membangun gereja tidak dapat dilepaspisahkan dengan keberadaan anak dan remaja.

“Harus diakui keberadaan gereja membutuhkan sumberdaya manusia untuk menopang pelayanan, sehingga anak dan remaja merupakan pondasi dan aset bagi kehidupan bergereja," tandasnya.

Dikatakan, untuk berguna bagi kehidupan bergereja maka potensi-potensi yang dimiliki anak dan remaja harus dikembangkan sejak saat ini.

“Pelaksanaan Jambore Remaja tingkat Sinode GPM II/2012 merupakan wadah bagi anak dan remaja GPM untuk berkumpul memuliakan Tuhan dengan berbagai potensi yang dimiliki,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Jambore Remaja tingkat Sinode GPM II/2012 merupakan wujud penghormatan MPH Sinode GPM kepada Kabupaten SBB.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan masyarakat SBB memberikan apresiasi kepada MPH Sinode GPM atas keputusan menetapkan Klasis Kairatu sebagai tuan rumah pelaksanaan Jambore Remaja tingkat Sinode GPM II/2012,” jelasnya.

Ditambahkan, Pemkab SBB akan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Jambore Remaja tingkat Sinode GPM II/2012 karena merupakan ajang promosi daerah. “Pencanganan ini juga harus dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan persiapan guna menyukseskan jambore,” katanya.

Pelaksanaan Jambore Remaja tingkat Sinode GPM II/2012 dijadwalkan akan berlangsung di Klasis Kairatu, 2-6 September 2012 yang diikuti 450 anak remaja dari 26 klasis pelayanan GPM. (S-12)



Berita Terkait


Ambon