Pendidikan ›› Jumlah Tenaga Guru Di Kecamatan Serut Minim

Jumlah Tenaga Guru Di Kecamatan Serut Minim

Ambon - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Maluku diminta, tidak menutup mata terhadap keberadaan sejumlah sekolah di Negeri Huaulu sampai di Negeri Maneo, Kecamatan Seram Utara (Serut), Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang memiliki jumlah tenaga guru yang tidak sebanding dengan jumlah siswa.

Sebut saja di SD Maneo Tinggi yang hanya memiliki satu tenaga guru tetap dan dua tenaga guru honorer, SD Maneo Rendah, hanya memiliki satu orang tenaga guru, SD Kabauhari yang hanya memiliki dua orang tenaga guru serta SD Huaulu satu orang tenaga guru tetap, dan satu orang tenaga guru honorer. Sementara jumlah siswanya berkisar 50 hingga 60 orang.
Hal ini diungkapkan oleh, Ketua Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Serut, Yusran Lubis kepada wartawan, di Ambon, Kamis (4/11).

Dikatakan, selain kekurangan tenaga guru, kondisi sekolah-sekolah di Kecamatan Serut ini juga sangat memprihatinkan, di mana dinding dan tiang-tiang bangunan sekolah telah di makan rayap, bahkan terlihat lapuk. Ada juga dinding sekolah yang hanya terbuat dari belah bambu yang di rakit sementara atab sekolah hanya menggunakan daun rumbia.

"Kami minta Dikpora Maluku tidak menutup mata dengan kondisi dunia pendidikan seperti ini. Memang dari segi sosial, ekonomi masyarakat yang hidup di daerah ini masih terisolasi dan tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah," ujarnya.

Dikatakan, pembangunan dalam sektor pendidikan sangat penting dalam pembangunan masyarakat bangsa dan negara, hal ini sebagaimana diamanatkan dalam pasal 31 UUD 1945, yang mana pembangunan pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah, namun saat ini diwujudkan dengan sikap yang konsisten dan bertanggung jawab, namun saat ini pendidikan yang diharapkan menyeluruh di seluruh nusantara itu belum dirasakan seutuhnya oleh masyarakat pegunungan yang ada di Kecamatan Serut.

Ia mengharapkan kepada pemerintah provinsi malupun pemerintah kabupaten untuk memperhatikan kondisi ini, karena daerah tersebut terdapat banyak sekali anak bangsa yang merindukan pendidikan yang layak seperti layaknya pendidikan di daerah lain. (S-16)



Berita Terkait