Hukum ›› Kadis ESDM Diperiksa Tujuh Jam Gubernur Memilih Bungkam

Kadis ESDM Diperiksa Tujuh Jam


Ambon - Kepala Dinas ESDM Maluku, Martha M Nanlohy diperiksa selama tujuh jam oleh penyidik Bareskrim Polri, Rabu (13/2). Ini untuk kedua kalinya ia diperiksa di tahap penyidikan tindak pidana pertambangan Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Martha yang mengena­kan celana jeans biru muda dan baju putih terlihat mendatangi Kantor Ditres­krimsus Polda Maluku, Mangga Dua sekitar pukul 10.00 WIT.

Ia datang dengan mobil berplat merah  kijang innova hitam DE 1131 LM, di­dam­pingi dua staf­nya. Salah satu­nya, June Patti­kawa, Kabid Per­tamba­ngan Umum Dinas ESDM Maluku.

Penampilan Martha ter­lihat agak berubah, teruta­ma pada warna rambutnya yang kini dicat berwarna pirang. Kendati berpenam­pilan zaman now, namun wajahnya terlihat tegang.

Turun dari mobil, Martha langsung bergegas ke ruang subdit Indag. Di ruang itu, sudah menu­nggu empat orang penyi­dik Bareskrim.

Saat pukul 12.30 WIT, Martha me­minta waktu untuk istirahat makan. Martha sempat meminta penyidik untuk menun­taskan pemeriksaan­nya, agar ia tidak kembali lagi, namun penyidik menolak.

Selain makan siang, Martha juga meminta izin untuk menemui sese­orang, yang sudah membuat janji dengannya. Makanya, Martha baru kembali mendatangi Kantor Ditres­krimsus pada pukul 15.30 WIT.

Martha yang turun dari mobil, tiba-tiba memasang wajah garang saat melihat wartawan.   “Tulis berita bohong-bohong saja. Tulis bohong-bohong. Kata itu bagus. Seng sopan,” ketus Martha, dengan nada tinggi, sambil masuk ke ruang pemeriksaan.

Beberapa anggota Ditreskrimsus yang mendengar ocehan Martha, seperti  orang stres, hanya terse­nyum. Tampak dari belakang Martha Kabid Pertambangan Umum Dinas ESDM Maluku, June Patti­kawa. Ia mengenakan rok hitam dan blus putih dengan kacamata hitam.

Pemeriksaan Martha baru berakhir sekitar pukul 20.00 WIT. Selama peme­riksaan, ia dicecar puluhan perta­nyaan. Sebelumnya, Martha dicecar se­lama 6,5 jam oleh penyidik Direktorat Tipidter Bareskrim Polri, pada Kamis (10/1) lalu.

Saat kasus ini masih di tahap pe­nyelidikan, Martha diperika seba­nyak dua kali. Pertama pada Selasa (16/10). Kemudian Rabu (18/10).

Pemeriksaan berlangsung di ruang Subdit V/SDA Lantai 3A Gedung Mina Bahari II Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ja­lan Merdeka Timur Nomor 16 Gambir Jakarta Pusat.

Fokus Soal Izin

Informasi yang diperoleh, Martha dicecar lebih banyak soal izin ter­hadap lima perusahaan yaitu PT Buana Pratama Sejahtera (BPS), PT Prima Indo Persada (PIP), PT. Sinergi Sahabat Setia (SSS), PT Sky Global Energy dan PT Citra Cipta Pratama (CCP) untuk menggarap emas di Gunung Botak, Gogorea dan Sungai Anahoni.

Izin dikeluarkan oleh Gubernur Ma­luku, Said Assagaff. Namun uru­san di lapangan, diatur oleh Martha.

“Ini lebih difokuskan untuk izin-izin. Soal siapa yang keluarkan izin, telaah, yang serahkan dan yang te­rima. Ini sementara jalan. Sementara ini lagi fokus dulu,” kata sumber di Polda Maluku, kepada Siwalima.

Ia mengaku, banyak kaitannya sehingga kali ini pemeriksaan dila­kukan terhadap pejabat Pemprov Maluku. Sebelumnya, Direktur Uta­ma PT BPS, Mintaria Loesiahari su­dah ditetapkan sebagai tersangka.

Ditempat terpisah, Wadireskrim­sus Polda Maluku, AKBP Harold Wil­son Huwae, yang dikonfimasi membenarkan adanya pemeriksaan tim penyidik Bareskrim di Kantor Ditreskrimsus.

“Benar itu masih pemeriksaan berlangsung. Kami tidak bisa gang­gu mereka biarkan mereka berproses. Pemeriksaan sejumlah saksi dila­kukan untuk kasus Gunung Botak terus jalan,” katanya singkat.

Mantan Kapolres Ambon ini enggan banyak berkomentar. Ia meminta mengikuti proses penyidi­kan yang sedang berjalan.

Gubernur Bungkam 

Sementara Gubernur Maluku, Said Assagaff bungkam saat ditanyakan soal pemeriksaan sejumlah anak buah­nya oleh penyidik Bareskrim Polri ter­kait dengan tindak pidana penam­ba­ngan di Gunung Botak, Gogorea dan Sungai Anahoni, Kabupaten Buru.

Assagaff yang mengenakan baju batik coklat lengan panjang sekitar 16.30 WIT terlihat keluar dari ruang kerjanya. Ia kemudian dicegat war­tawan. Banyak hal yang ditanyakan wartawan. Assagaff dengan santai menjelaskan panjang lebar. 

Namun saat Siwalima, mena­nyakan soal sejumlah pejabat pem­prov yang diperiksa penyidik Ba­reskrim, tiba-tiba ia terdiam. Assagaff tak menjawab, tetapi balik bertanya dari koran mana?. Ketika mendengar nama koran Siwa­lima, Assagaff langsung mengatakan, “pantas saja”. Entah apa maksud per­nya­taannya itu.      

Usai mengatakan hal demikian, Assagaff langsung bergegas masuk ke dalam mobilnya.

Dua Pejabat Diperiksa

Sebelumnya, penyidik Bareskrim mencecar anak buah Gubernur Ma­luku, Said Assagaff, Selasa (12/2).

Dua anak buah Assagaff yang dicecar adalah Karo Hukum Setda Maluku, Henri Far-Far dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pela­yanan Terpadu Satu Pintu (PMP­TSP) Maluku, Fauzan Chatib.

Pemeriksaan keduanya dipusat­kan di ruang subdit Indag Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku.

Henri Far-Far dan Fauzan Chatib juga sudah pernah diperiksa pe­nyidik Bareskrim. (S-27/S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon