Pemerintahan ›› Kadistanhut Aru tak Pernah Terima Laporan Program PUAP

Kadistanhut Aru tak Pernah Terima Laporan Program PUAP

Dobo - Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kepulauan Aru, Dominggus Limaheluw mengatakan, dirinya tidak mengetahui indikator keberhasilan program pengembangan bantuan agrobisnis (PUAP) tahun anggaran 2008 lalu, karena tidak pernah menerima laporan.

"Saya tidak tahu bila program PUAP tahun 2008 dikatakan berhasil, keberhasilan itu dilihat dan diukur dengan menggunakan indicator yang mana, sampai dapat dikatakan program itu berhasil, "ungkap Limaheluw kepada wartawan seusai sosialisasi penyuluhan pendampingan (PUAP) dan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan Lahan (GN-RHL) Tahun Anggaran 2009 yang dipusatkan di gedung kesenian Sitakena Dobo, Selasa (27/7),

Ketidaktahuan ini, lanjut Limahelu, disebabkan karena program PUAP bukan berada dalam pengawasannya, dimana tahun 2008 dinas Pertanian, Peternakan dan kehutanan serta Perkebunan di Kabupaten Kepulauan Aru belum digabungkan atau merger menjadi satu.

"Karena itu saya bilang saya tidak tahu, karena hingga kini tidak ada laporan yang diberikan kepada saya tentang keberhasilan program tersebut, "imbuhnya.

Dijelaskan, program PUAP tahun 2008 penanggungjawab sepenuhnya berada pada Dinas Pertanian dan Peternakan, sehingga ketika kedua dinas ini digabungkan, dirinya belum menerima laporan.

"Tidak ada laporan dari program tersebut kepada saya selaku Kepala Dinas, dan isu menyangkut dengan bantuan 100 juta per kelompok atau desa dipotong 10 juta rupiah, saya juga tidak tahu. Karena itu cek kebenarannya, agar diketahui pemotongan tersebut untuk apa dan diperuntukannya kepada siapa. Ini akan dicek, "terangnya.

Untuk diketahui, sebanyak 20 desa dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menerima bantuan PUAP dan GN-RHL Tahun Anggaran 2009. Bantuan program PUAP ini sama seperti bantuan langsung tunai kepada masyarakat pedesaan dengan memperkuat kelembagaan pembangunan masyarakat tani di pedesaan.

Bupati Kepulauan Aru, Teddy Thengko mengatakan, bantuan ini merupakan sub fasilitasi modal usaha yang diperuntukan kepada anggota kelompok tani, kelompok tani gabungan, baik petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani.

Bupati berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sebaik-baiknya demi meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat tani desa masing-masing penerima bantuan PUAP tersebut.

Dikatakan, besar bantuan yang akan diberikan kepada 20 desa yang didalamnya terdapat 20 kelompok tani sebesar Rp. 100 juta, sehingga diharapkan dari bantuan atau program tersebut dapat dikembangkan dengan baik, guna menekan angka kemiskinan dan mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. (S-25)



Berita Terkait


Ambon