Ambon - Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Benny Kainama mengaku, peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia ke-66 tahun ini akan menjadi momentum untuk mening-katkan kompentensi, kapasitas dan kualitas bagi para guru.
Pasalnya, para guru harus meningkatkan kompetensi, agar dapat menjadi guru yang professional dan berakhlak mulia dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) dan derajat kemuliaan. “Profesi guru ini mulia, guru harus menciptakan manusia-manusia yang berakhlak mulia, sehingga mencapai kehidupan yang juga mulia,” ujar Kainama, kepada wartawan usai menghadiri upacara peringatan hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-66 di SMAN 1, Jumat (25/11).
Menurut Kainama, para guru sebagai tenaga pendidik harus menjadi panutan dan sikap dan perilakunya harus menyenangkan dan menyejukan sehingga para siswa juga termotivasi dan terdorong untuk lebih giat lagi dalam belajar dengan mengikuti perilaku dari sang guru tersebut.
Perjuangkan hak guru
Sementara itu di tempat terpisah dalam acara yang samaKetua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, H Sulistiyo menegaskan, diusianya yang ke-66, PGRI terus berkomitmen untuk memperjuangkan hak para guru di Indonesia, maupun Maluku secara khusus.“Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, PGRI akan tetap mendorong pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru, terlebih lagi guru non-PNS bahkan PGRI selalu mendorong pemerintah untuk tidak terlambat dalam memenuhi hak para guru,” kata Sulistiyo dalam sambutannya yang dibacakan Ketua PGRI Maluku, Dominggus Latuihamallo pada upacara perayaan HUT PGRI yang berlangsung di halaman Kantor Disdikpora Maluku, Jumat (25/11).
Selaku organisasi profesi, kata dia, PGRI tidak lupa mendorong terjadinya perubahan kinerja dan pengabdian guru, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi lebih baik sejalan dengan berbagai upaya meningkatkan kesejahteraannya.
Sementara itu, Ketua PGRI Maluku, Dominggus Latuihamallo kepada wartawan usai upacara tersebut mengatakan, PGRI Maluku akan terus berkomitmen untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru di Maluku. “Keluhan-keluhan para guru itu sudah ditangani oleh PGRI. Kita juga memperjuangkan hak para guru yang lain seperti tunjangan non profesi, tunjangan kenaikan pangkat dan sebagainya, disamping masalah lain yang ada di sekolah seperti pemutasian yang sewenang-wenang juga menjadi perjuangan kami,” ungkapn Latuihamallo.
Sementara itu, Kadis Dikpora Maluku, Semmy Risambessy mengaku, pihaknya sangat menghargai kerja keras para guru di Maluku yang selama ini telah berjuang bersama dalam meningkatkan dunia pendidikan di Maluku. (S-26/S-35)