Pendidikan ›› Kairoty: Data Dikpora Sesuai dengan Komputer

Kairoty: Data Dikpora Sesuai dengan Komputer


Ambon - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Maluku Salim Kairoty membantah kalau data siswa SMA/MA yang mengikuti Ujian Nasional (UN) yang ada pada Dikpora Maluku berbeda dengan yang ada pada data dari Dinas Pendidikan Kota Ambon.

Dijelaskan, data siswa yang mengikuti UN di Maluku yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Maluku sudah sesuai dengan data yang ada pada komputer, sehingga tidak mungkin data yang ada pada Dikpora berbeda dengan yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Kota Ambon. Selain itu data yang dimiliki Dikpora juga sesuai dengan jumlah soal UN yang dicetak, bahkan data ini juga semuanya ada dalam format computer pemeriksaan hasil UN.

"Kalau tidak ada nama ataupun nama yang tidak sama dengan yang tertera dalam komputer maka sudah jelas tidak mungkin saat discan hasil ujian dapat keluar jadi kalau dalam data contoh ada 10 maka tidak bisa ditambah lagi atau dikurangi dari angka itu," terang Kairoty di ruang kerjannya yang saat itu didampingi Kabid Pendidikan Tinggi dan Menengah Andre Jamlay, kepada Siwalima Rabu (28/4)

Dijelaskan, data yang ada pada Dikpora yakni untuk SMA jurusan IPA sebanyak 1.855 siswa yang ikut UN dan yang mengulang sebanyak 33 orang (1,77%), jurusan Bahasa sebanyak 175 siswa yang mengulang sebanyak 30 orang (17,14%, dan jurusan IPS sebanhyak 2.649 siswa yang mengulang sebanyak 164 siswa (6,19%).

Sehingga total siswa yang mengikuti UN tingkat SMA semuanya berjumlah 4.679, siswa jika ditambah dengan siswa SMK lagi sebanyak 1.244 siswa maka jumlahnya menjadi 5.923 siswa keseluruhannya yang ikut UN kemarin.

"Untuk siswa SMK yang ikut UN sebanyak 1.244 siswa yang mengulang sebanyak 562 (45,17%), ini data yang dimiliki oleh Dikpora Maluku sesuai dengan data yang ada pada komputer pendataan dan pemeriksaan hasil UN jadi tidak mungkin salah," ujarnya.

Menyoal jika benar demikian apakah dapat dikatakan data yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Kota Ambon yang salah sebab jika mengikuti data kota Ambon maka terdapat selisih angka yang cukup tinggi yakni 230 siswa. Kairorty mengaku, terkait hal itu dirinya tidak dapat mengomentarinya data mana yang benar sebab bagi dirinya data yang digunakan Dikpora sudah sesuia data pada komputer UN.

Untuk diketahui sebelumnya diberitakan data kelulusan Ujian Nasional (UN) siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah tahun ajaran 2009/2010 khususnya di Kota Ambon berdasarkan data dari Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Maluku ternyata berbeda dengan yang diungkapkan Dinas Pendidikan Kota Ambon.

Data dari Dikpora Provinsi Maluku menyebutkan peserta UN SMA/MA tahun ajaran 2009/2010 di Kota Ambon tercatat sebanyak 4.679 siswa dan yang lulus sebanyak 4.452 siswa (95,15 persen).

Sementara data dari Dinas Pendidikan Kota Ambon, jumlah peserta UN SMA/MA di Kota Ambon justru sebanyak 4.909 siswa dan yang lulus sebanyak 4.674 (95,21 persen).

Dari hasil temuan Siwalima Perbedaan data ini sangat aneh karena terdapat selisih 230 siswa, padahal seharusnya kedua instansi yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan UN tersebut memiliki data yang sama.(S-21)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon