Pemerintahan ›› Karo Umum & Humas Sunat Biaya Publikasi MTQ Ngaku Dibiayai Uang Pribadi Gubernur

Karo Umum & Humas Sunat Biaya Publikasi MTQ

Ambon - Ada saja cara untuk mem­per­kaya diri yang dilakoni Kepala Biro (Karo) Umum dan Humas Setda Provinsi Maluku, Semuel Huwae. Biaya advetorial kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV/2012 yang dipublikasikan sejumlah koran di daerah ini, turut dimakan. 

Tanpa merasa malu, Huwae menyunat biaya publikasi media dengan alasan sebagai fee. Tak tanggung-tanggung, fee yang diambil besarannya mencapai 15 persen dari biaya advetorial sebesar Rp 30 juta.

Total biaya untuk advetorial atau publikasi MTQ sebesar Rp 120 juta  yang dibagikan ke empat koran, yaitu Harian Pagi Siwalima, Ambon Ekspres, Suara Maluku dan Radar Ambon. Sehingga jumlah fee yang dimakan Huwae sebesar Rp 18 juta yang dipotong dari masing-masing koran saat pembayaran.   

Berikut cerita awal bagaimana Huwae menggagas modus untuk memperkaya diri ini. Sekitar akhir Mei 2012 lalu, melalui Kepala Bagian (Kabag) Humas DN Kaya atau biasa yang disapa Boy Kaya,  mengun­dang perwakilan dari empat koran, yaitu Harian Pagi Siwalima, Ambon Ekspres, Suara Maluku dan Radar Ambon untuk membicarakan pe­muatan advetorial kegiatan MTQ.

Dalam pertemuan di ruang kerja­nya, Huwae mengaku bahwa seluruh pembiayaan advetorial kegiatan MTQ menggunakan uang pribadi Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu.

Menurut Huwae, uang yang di­pu­nyai gubernur untuk biaya adve­torial tersebut sebesar Rp 120 juta, sehi­ngga masing-masing media memper­oleh Rp 30 juta, dengan catatan setiap media harus mempub­likasikan sebanyak 10 kali advetorial yang berkaitan dengan MTQ.

Saat pertemuan itu, tidak ada sama sekali pembicaraan untuk memotong fee 15 persen. Namun ketika hendak dilakukan pembayaran, Kabag Humas DN Kaya menyampaikan bahwa Kepala Biro Umum dan Humas Setda Provinsi Maluku, Semuel Huwae menginstruksikan agar dilakukan pemotongan fee 15 persen.

Berikut isi short massage service (SMS) dari Kabag Humas yang diterima Siwalima, Selasa, 10 Juli 2012 pukul 09.04 WIT, “Mau dibayar advetorial MTQ, tapi pesan Karo jangan lupa minta fee 15 persen, mksh”.

Huwae yang selalu mengaku, kalau dia mempunyai hubungan keluarga dengan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu itu, tergolong orang yang cerdik. Betapa tidak, dia sebetulnya adalah otak untuk memakan fee 15 persen biaya advetorial. Namun dia menjalankan modusnya tersebut melalui Kabag Humas. Sehingga kalau nantinya bermasalah, pasti dia dengan mudah mencuci tangan.

Pemotongan fee 15 persen tersebut juga dibuktikan dengan Surat Keterangan yang ditandatangani oleh Kaya.

Berikut bunyi Surat Keterangan tersebut: Sehubungan dengan penerbitan advetorial MTQ Nasional XXIV Tahun 2012 di Kota Ambon, Provinsi Maluku oleh Harian Siwalima, dengan ini bahwa telah dibayarkan biaya penerbitan advetorial dimaksud sebesar: Rp 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah), dengan pemotongan fee sebesar 15 persen, dimana hal yang sama juga diberlakukan bagi 3 media lainnya: Suara Maluku, Radar Ambon dan Ambon Ekspres. Demikian surat keterangan ini dilakukan untuk diketahui. 

Surat Keterangan yang dibuat memakai kop surat Pemerintah Provinsi Maluku Sekretariat Daerah itu, ditandatangani oleh Kaya selaku Kabag Humas Pemprov Maluku.

Surat keterangan ini juga dibuat atas persetujuan Semuel Huwae selaku Karo Umum dan Humas Setda Maluku.

Entah atas dasar apa Huwae meminta pemotongan fee 15 per­-sen? Kalau advetorial yang nilainya hanya Rp. 30 juta saja, Huwae sudah memakan fee 15 persen, lalu bagaimana kalau dia mengelola kegiatan yang nilai anggarannya lebih dari itu, berapa kira-kira fee yang diminta ya? (S-36/S-34)



Berita Terkait


Ambon