Kriminal ›› Kasus Aset Yayasan Alhilaal dalam Penyelidikan

Kasus Aset Yayasan Alhilaal dalam Penyelidikan

Ambon - Kasus penjualan aset Yayasan Alhilaal yang terletak di Jalan Anthony Rhebock Nomor 4 A, kini masih dalam penyelidikan oleh Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Res­krimum) Polda Maluku, Kombes Pol S.G Manik saat di konfirmasi warta­wan di ruang kerjanya, Senin (7/1).

Terhadap kasus ini, penyidik masih berupaya melakukan penye­lidikan untuk mengetahui apakah asset yang dijual itu milik Alhilaal atau yang lainnya. “Ini yang masa­lah ta­nah Yayasan Alhilaal kan? Ini masih dalam proses penyelidikan. Ini masih kita tangani,” ungkap Manik.

Sebelumnya diberitakan, Yayasan Alhilaal mendesak penyidik Ditres­kri­mum Polda Maluku untuk men­jadikan Umar Atamimi sebagai ter­sangka tindakan penjualan aset yayasan.

“Kami telah membentuk tim hu­kum, yang merupakan para alumnus Yayasan Alhilaal. Mereka datang dan menawarkan diri,” jelas Salem Basalamah, anak dari pendiri Ya­yasan Alhilaal yang berada di Maluku maupun Maluku Utara dan bergerak di dunia pendidikan ini kepada sejumlah wartawan di Ambon, Sabtu (5/1).

Menurutnya, Yayasan Alhilaal bukan merupakan yayasan keluarga dan dalam setiap akte yayasan yang dibuat pada tahun 1986 maupun 1997 terdapat sejumlah orang yang duduk pada pembina yayasan maupun pengurus yayasan, yang didalamnya Umar Atamimi.

Ia mendesak, Atamimi untuk transparan soal aset yang dimiliki Yayasan Alhilaal yang telah dijual­nya kepada pihak lain dan tidak membuat opini dengan menyerang ke subtansi lain yang bukan pokok perkaranya.

“Yayasan Alhilaal bukan milik keluarga dan jika milik keluarga maka Umar Atamimi tidak masuk dida­lamnya. Yayasan Alhilaal legal dan memiliki 10 sekolah di Kota Ambon ada 10, 32 sekolah di Kabupaten Ma­luku Tengah (Malteng), 23 sekolah di Ka­bupaten Buru, 17 sekolah di Ka­bupaten Seram Bagian Barat (SBB), 19 sekolah di Kabupaten Maluku Te­ng­gara (Malra) dan 12 sekolah di Ka­bu­paten Aru (12). Selain itu kami juga memiliki ratusan guru,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Koordinator Kuasa Hukum Yayasan Alhilaal, Fahri Bachmid mengatakan, ada dua langkah strategis yang akan dilakukan pihaknya yaitu, tindakan pidana dan tindakan perdata.

Menurutnya, tindakan penjualan aset Yayasan Alhilaal yang terletak di Jalan Anthony Rhebock Nomor 4A. merupakan sebuah tindakan pidana, bahkan merubah nama Yayasan Alhilaal ke Yayasan Wakaf Alhilaal telah melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yang harusnya melalui proses musyawarah bersama diantara dewan pembina  yayasan.

“Namun langkah itu sama sekali tidak dilakukan oleh Umar Atamimi tetapi langsung mengalihkan nama dari Yayasan Alhilaal ke Yayasan Wakaf Alhilaal. Setiap orang mem­punyai hak membuat yayasan itu sah-sah saja, tetapi ada aturan hu­kum yang harus ditaati untuk mem­buat yayasan tersebut,” jelasnya.

Dikatakan, ini sebuah tindakan pencaplokan yang murni tindakan kriminal, sehingga langkah pidana yang sudah dilaporkan ke Ditres­krimum Polda Maluku pada 19 November 2012 terkait penjualan aset Yayasan Alhilaal yang dijual tersebut akan tetap dikawal.

Ia juga mendesak, penyidik Ditres­krimum Polda Maluku untuk mene­tapkan Umar Atamimi sebagai ter­sa­ng­ka, karena pihaknya memiliki bukti-bukti yang kuat atas tindakan pen­jualan aset Yayasan Alhilaal. (S-27)



Berita Terkait


Ambon