Kriminal ›› Kasus Pemerkosaan di Hutumuri Tahap II Pelaku Terancam 15 tahun Penjara

Kasus Pemerkosaan di Hutumuri Tahap II

Ambon - Berkas kasus pemerkosaan dengan tersangka Petra Thenu (26) warga Desa Hutumuri, terhadap keponakannya yang masih berusia dibawah umur, kini sudah tahap II. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Satuan Reskrim Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease AKP Agung Tribawanto, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/2).

Menurutnya, kasus tersebut kini sudah tidak ditangani lagi oleh penyidik tetapi telah dilimpahkan guna menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Ambon. “Untuk kasus pemerkosaan di Hutumuri dengan tersangka Petra Thenu sudah tahap II selanjutnya akan dilakukan sidang di pengadilan,” kata kasat singkat.

Tersangka dijerat pasal 81 Undang-Undang Perlindungan anak dan pasal 287 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, bukan hanya memperkosa tetapi tersangka juga melaku­kan kekerasan untuk memulus­kan aksi bejatnya menggagahi korban. Sebelumnya diberitakan, hubungan keluarga di tengah kehidupan dunia saat ini tak bisa lagi dipercaya. Bagaimana tidak, Petra Thenu (26) warga Desa Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, nekat memperkosa kepona­kannya sendiri sebut saja bunga (12) bukan nama sebenarnya.

Gadis belasan tahun ini harus kehilangan mahkotanya lantaran perlakuan dari pamannya sendiri yang memperkosanya sebanyak dua kali pada Jumat (7/12). Hal ini dikemukakan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Agung Tribawanto kepada wartawan di Mapolres Ambon, Kamis (13/12).

Kasatreskrim mengung­kapkan, awalnya tersangka mendatangi rumah korban sekitar pukul 22.00 Wit dan  kemudian mengajak korban untuk jalan jalan. Namun gadis belia ini bukannya diajak jalan-jalan tetapi dibawa ke sebuah WC umum di desa tersebut.

Ketika sampai di WC, tersangka yang sudah dihantui nafsu tak lagi menahan gelora kelaki-lakiannya untuk menyetubuhi korban. Ia kemudian melancarkan aksi bejat dengan mengajak korban untuk bersetubuh.

Korban sempat memberontak, namun perlawanannya tak bertahan lama ditengah kesunyian malam itu, sehingga pelaku akhirnya berhasil menggagahi gadis kecil  ini yang hanya pasrah dengan perbuatan kebiadaban pamannya.

Setelah berhasil memperkosa di WC umum , perbuatan tersangka tidak sampai disitu, tersangka kembali  menikmati tubuh sang gadis itu dengan membawanya ke dalam semak-semak di tengah pepohonan sagu dan kembali  memperkosa untuk kedua kalinya.

Selesai memperkosa, korban kemudian dibawa pulang kerumahnya, namun karena kondisi korban yang terlihat berantakan dicurigai oleh orang tuanya. Setelah mengetahui diperkosa, orang tua korban kemudian langsung melaporkan peristiwa memilukan tersebut, kepada pihak kepolisian untuk ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.(S-27)



Berita Terkait


Ambon