Ambon - Menyikapi tanggapan berbagai pihak terhadap pernyataan Gubernur Maluku KA Ralahalu menyikapi peristiwa penangkapan John Refra alias John Kei, Gubernur menyampaikan klarifikasi untuk diketahui masyarakat agar tidak salah menafsirkan pernyataan tersebut.
Klarifikasi tersebut disampaikan Kabag Humas Setda Provinsi Maluku, DN Kaya kepada redaksi Siwalima, Selasa (21/2).
Poin klarifikasi yang disampaikan Kaya, yaitu Pertama, bahwa Gubernur Maluku tidak pernah bermaksud sedikitpun untuk mendiskreditkan suku atau etnis tertentu. Semua warga Maluku adalah bagian dari tanggung jawab beliau selaku Gubernur, maka tidaklah pada tempatnya untuk mempertentangkan komitmen beliau terhadap seluruh anak negeri Maluku. Penting untuk diketahui, di mata Bapak Gubernur semua etnis adalah sama, karena setiap warga Masyarakat Maluku adalah sama di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga Bapak Gubernur sangat peduli dan senantiasa memberikan perhatian-perhatian khusus.
Kedua, Terkait dengan pemberitaan media massa bahwa ada pernyataan Bapak Gubernur yang dianggap mendiskreditkan, bahkan menyinggung perasaan masyarakat kei, perlu dijelaskan bahwa Bapak Gubernur sama sekali tidak pernah membuat pernyataan yang sedemikian. Lebih lanjut, konfirmasi tersebut juga telah diklarifikasi oleh Ibu Sekda, Ibu Roos Far-Far, kepada Kepala Kantor Perwakilan Maluku di Jakarta, Drs. Niko Ngelyaratan, yang berada saat itu di lokasi, menyatakan bahwa tidak pernah ada pernyataan dari Bapak Gubernur Maluku yang mendiskreditkan Kelompok Pemuda Jhon Kei, terlebih lagi etnis kei atau etnis manapun. Kronologisnya bahwa setelah selesainya acara silahturahmi dan sosialisasi dengan masyarakat Maluku di Jakarta tersebut, sejumlah wartawan nasional menanyakan kepada Bapak Gubernur soal penangkapan Jhon Kei, tanggapan Bapak Gubernur bahwa beliau menghimbau kepada semua pihak, mengingat saat ini secara umum kondisi dan stabilitas Keamanan Maluku telah kondusif menjelang pelaksanaan MTQ Nasional di Kota Ambon, oleh sebab itu dimintakan agar seluruh masyarakat Maluku dimanapun berada, termasuk di Jakarta agar tetap menjaga citra dan stabilitas Maluku. Ini adalah tanggung jawab moral kita secara bersama-sama menjaga nama baik dan pencitraan Maluku di level nasional, bahkan internasional. Beliau juga menyampaikan kepada wartawan bahwa, Masyarakat Maluku yang berdomisili di Provinsi Maluku dan khusus Kota Ambon, tidak terpengaruh dengan masalah-masalah di luar Maluku, sehingga diharapkan Maluku tetap aman dan kondusif menjelang pelaksanaan event MTQ nasional nanti.
Ketiga, perlu disampaikan bahwa klarifikasi atas penyataan Bapak Gubernur tersebut juga disampaikan oleh wartawan Siwalima (Izaac Tulalessy) dan Radar Ambon (Rudi Muhrim) yang menyertai rombongan, di mana intinya mereka berdua menjelaskan bahwa pernyataan Bapak Gubernur tersebut ditujukan secara umum kepada seluruh masyarakat Maluku, dan tidak pernah diarahkan kepada oknum ataupun kelompok apalagi kepada etnis kei atau etnis tertentu.
Keempat, Dengan demikian, diharapkan agar pernyataan Bapak Gubernur tersebut tidak dipolemikkan ataupun dibelokkan ataupun dipolitisir, apalagi sampai pada tingkat untuk mempertentangkan rasa ketersinggungan etnis atau suku tertentu, karena memang pernyataan beliau agar menjaga nama baik dan citra Maluku di mata umum tersebut, berlaku kepada seluruh warga Maluku di mana pun berada dan tidak bersifat subyektifitas kepada oknum ataupun kelompok tertentu, apalagi terhadap etnis kei ataupun etnis manapun di Maluku.
Kelima, Kepada semua media massa cetak dan elektronik, diharapkan secara bersama-sama dapat mendukung dan menciptakan iklim serta suasana pemberitaan informasi di masing-masing media massa, yang lebih nyaman dan menyejukkan dalam rangka menyambut pelaksanaan MTQ Nasional di bulan Juni 2012. (S-12)