Pemerintahan ›› KNPI-GP Anshor Desak Copot Kapolsek Nusaniwe Dinilai tak Layak Tugas di Kota Ambon

KNPI-GP Anshor Desak Copot Kapolsek Nusaniwe

Ambon - Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Ambon dan Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kota Ambon mendesak Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Syarief Gunawan dan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Suharwiyono segera mencopot AKP Ghulam Nabhi Pasaribu dari jabatannya sebagai Kapolsek Nusaniwe.

Pasaribu yang akan dipromosikan menjadi Kapolsek Kawasan Pela­buhan atau eks Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Ambon ini dinilai sangat arogansi dan tidak menunjukan sikap sebagai aparat kepolisian yang selalu mendukung kebijakan Pemerintah Kota Ambon.

Ketua DPD KNPI Kota Ambon, Abdul Madjid Latuconsina kepada Siwalima di Ambon, Rabu (22/2), menandaskan, Kapolda dan Kapol­res Pulau Ambon dan Pp Lease harus mengevaluasi Pasaribu yang menunjukan sikap yang tidak etis kepada Wakil Walikota Ambon, MAS Latuconsina, bahkan mengaku tidak mengenal  Wakil Walikota.

“Ini sangat ironis, kalau seorang Kapolsek Nusaniwe mengaku tidak kenal Wakil Walikota. Sangat som­bong dan arogan sekali oknum polisi tersebut. Ini yang harus men­jadi bahan evaluasi dari Kapolda Ma­luku untuk mencopotnya. Kami tidak ingin oknum polisi seperti ini bertugas di daerah kami yang selalu menjaga keharmonisan, toleransi dan kekeluargaan,” tandas Latu­consina.

Ia menandaskan, jika Pasaribu tetap saja dipertahankan sebagai Kapolsek Nusaniwe dan dipromo­sikan menduduki jabatan di daerah ini, maka DPD KNPI Kota Ambon akan menggerakkan seluruh kekua­tan pemuda di kota ini menduduki Mapolda Maluku dan Polres Pulau Ambon dan Pp Lease untuk men­desak pencopotan terhadap yang bersangkutan.

Sementara itu, Ketua GP Anshor Kota Ambon Daim Baco Rahawarin menandaskan, sikap yang ditun­jukan AKP Ghulam Nabhi Pasaribu tersebut merupakan salah satu bentuk arogansi.

Ditandaskan, Kapolda Maluku dan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease harus membe­rikan teguran keras dan mencopot yang bersangkutan dari jabatannya.

Dikatakan, selaku pejabat kepo­lisian di kota ini, AKP Pasaribu seharusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan bukan balik menantang disaat aparat pemkot memberikan penjelasan.

“Selaku aparat seharusnya men­dukung kebijakan pemkot terkait dengan tertibnya transportasi dan parkiran, bukan malah memper­tontonkan tindakan yang tidak baik, dan menantang Wakil Walikota dihadapan publik lagi. Saya kira ini yang harus menjadi perhatian serius dari institusi kepolisian di daerah ini,” katanya.

Sementara itu pasca perang mulut dengan Wakil Walikota, Selasa (21/2) pagi, malamnya Pasaribu sudah meminta permohonan maaf kepada Wakil Walikota di kediamannya. Rupanya perwira pertama ini sudah menyadari keteledorannya yang tidak sopan terhadap pejabat negara.

Wakil Walikota Ambon, MAS Latuconsina kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Rabu (22/2), mengungkapkan, AKP Pasaribu sudah meminta maaf atas kejadian yang terjadi antara dirinya dengan Pasaribu.

Dikatakan, pasca peristiwa adu mulut yang berujung arogansi yang ditunjukkan AKP Pasaribu, kata Wawali, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Suhar­wiyono juga telah meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan anak buahnya itu.

“Terkait dengan insiden kemarin, yang bersangkutan (Kapolsek Nusaniwe-red) sudah ke rumah dan silatuhrahmi, dan juga meminta maaf. Pak kapolres juga meminta maaf. Secara pribadi, saya harus memaaf­kan. Bagi saya tidak ada masalah, hanya apresiasi publik, saya tdak bisa bilang apa-apa. Saya kira ini merupakan bagian dari pencerahan di kota ini,” ujar Wawali.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease memohon agar persoalan yang terjadi selesai, namun Wawali mengatakan, hal tersebut menjadi bahan evaluasi dan pengalaman bagi kepolisian untuk melihat anggotanya agar berperilaku yang baik dan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) dan hal tersebut tidak ada masalah lagi.

“Soal kejadian kemarin itu, saya kira tidak ada masalah lagi, yang penting mereka sadar dan tahu bahwa mereka salah. Kalau orang semua di kota ini salah dan tahu salah serta memohon maaf itu adalah sesuatu yang baik, tetapi jangan sudah salah lalu bersifat arogan,” tandas Wawali.

Sorotan terhadap sikap arogansi Kapolsek Nusaniwe, juga disam­paikan Fraksi Gerindra Amanat Kedaulatan (F-GAK) DPRD Kota Ambon. Ketua F-GAK DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono kepada Siwalima di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (22/2), menegaskan seha­rusnya Pasaribu tidak melakukan hal yang demikian, sebab teguran yang dilakukan para pegawai dalam rangka menertibkan transportasi dan perparkiran harus didukung bukan malah beradu mulut, apalagi adu mulut itu dilakukan dengan Wakil Walikota sendiri.

“Ini menunjukan karakter dan profesionalisme yang ditunjukan oleh seorang kapolsek tidak beretika dan telah menciderai lembaga kepo­lisian. Pasaribu tidak mendukung niat baik Pemerintah  Kota Ambon dalam rangka menciptakan keter­tiban umum khususnya perparkiran dan transportasi,” ungkapnya.

Olehnya itu F-GAK mendesak agar sikap oknum-oknum polisi se­perti ini, harus dievaluasi dan ditin­dak tegas oleh Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease maupun Kapolda Maluku, bila perlu dicopot dari jabatannya.

Untuk diketahui, tidak terima ditegur karena memarkir kendaraan roda dua di Jalan AY Patty yang ditetapkan sebagai kawasan yang dilarang parkir bagi kendaraan roda dua, oknum anggota kepolisian yang diketahui Kapolsek Nusaniwe, AKP Ghulam Nabhi Pasaribu beradu mulut dengan Waki Walikota (Wa­wali) Ambon, MAS Latucon­sina.

Adu mulut antara Wawali dan Pasaribu yang digadang-gadang akan dipromosikan menjadi Kapol­sek Kesatuan Pelaksana Peng­amanan Pelabuhan (KP3) Ambon ini terjadi di depan Rumah Makan (RM) King di Jalan AY Patty Ambon, Selasa (21/2), sekitar pukul 13.30 WIT.

Informasi yang dihimpun Siwa­lima dari berbagai sumber di lokasi kejadian menyebutkan, insiden ini berawal saat Wawali melakukan tinjauan di kawasan AY Patty dalam upaya untuk membe­rikan sosia­li­sasi sekaligus memberikan him­bauan kepada warga dan melihat langsung kawasan tersebut pasca ditetapkan sebagai pilot project tertib transportasi dan perparkiran.

Saat rombongan Wawali tiba di depan RM King, keluarlah AKP Ghulam Nabhi Pasaribu dari RM King menuju motornya yang dipa­kirkan di depan RM itu. Dan saat itu petugas dari Dinas Perhubungan langsung memberitahukan kepada oknum anggota polisi ini tentang kawasan AY Patty yang menjadi kawasan yang dilarang untuk parkir kendaraan roda dua.

Tak terima dirinya ditegur, sang polisi yang akan dipromosikan menjadi Kapolsek KP3 Ambon ini langsung emosi dan balik menan­tang petugas. Sumber itu juga meng­ungkapkan, sang kapolsek yang dinilai arogan itu balik menantang petugas perhubungan dan sejumlah satuan polisi pamong praja yang saat itu bersama wawali dalam melakukan tinjauan.

AKP Ghulam Nabhi Pasaribu berdalih tidak ada tanda larangan untuk parkir motor, sehingga tidak ada yang bisa melarangnya. Bahkan ia berani menantang Wakil Walikota jika dirinya tetap akan memarkir motor­nya di AY Patty. “Kalau saya mau parkir di sini (Jalan AY Patty-red) mau apa. Memangnya kamu (Wawali Red) siapa,” kata sumber menirukan ucapan AKP Ghulam Pasaribu.

Kondisi ini mendapat perhatian dari masyarakat. Tak ingin masalah sepeleh dan salah paham itu terus berlanjut, maka Wakil Walikota Ambon, MAS Latuconsina mendekati sang oknum polisi itu untuk mem­berikan penjelasan mengenai kebija­kan Pemkot tentang tertib trans­portasi dan perparkiran, namun ok­num polisi yang mestinya membe­rikan contoh bagi masyarakat untuk tertib ini, malah menantang Wawali dan beradu mulut dengan orang nomor dua di Pemkot Ambon terse­but. Padahal tujuan Wawali hanya ingin mem­berikan penjelasan.

Bahkan lebih arogansi lagi, oknum polisi ini balik menanyankan kepada Wawali kapasitas apa, sehingga memberikan penjelasan kepadanya. Kata sumber itu, bentuk arogansi dari sang oknum polisi ini membuat masyarakat yang ada di lokasi keja­dian terlihat emosi kepada oknum polisi yang berlagak tidak me­ngenal Wawali. (S-26/S-34)



Berita Terkait