Kesra ›› Korban Bentrok Amaci-Pohon Puleh Minta Diperhatikan

Korban Bentrok Amaci-Pohon Puleh Minta Diperhatikan

Ambon - Para korban bentrokan antar warga Air mata Cina (Amaci) dan Pohon Pule yang terjadi pada 13 Desember tahun kemarin, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, untuk dapat memperhatikan mereka. 

Pasalnya, korban pada bentrokan tersebut kebanyakan adalah para pelajar dan mahasiswa yang indekost pada rumah-rumah yang terbakar pada saat kejadian tersebut.

Salah satu korban, Uni Salam kepada Siwalima, Jumat (27/1), mengaku, pada saat kejadian mereka hanya keluar dengan mengenakan pakaian di badan karena rumah kostnya terbakar.

Sehingga dirinya meminta agar pemkot maupun pemprov memperhatikan mereka, sebab ganti rugi hanya diberikan kepada pemilik rumah, padahal rumah-rumah yang terbakar itu adalah rumah kos yang dihuni puluhan pelajar dan mahasiswa.

“Kita minta agar ada perhatian juga kepada kita, jangan ganti rugi diberikan untuk membangun rumah saja, sementara kita yang menjadi korban karena harta benda yang rusak karena kamar-kamar kost juga menjadi terbakar. Kami harap agar hal ini diperhatikan, akibat kejadian itu kami juga menderita,” tandasnya.

Dia mengaku, hingga saat ini dirinya bersama dengan rekan-rekan kostnya yang menghuni rumah yang terbakar itu masih mengungsi di kerabatnya karena barang-barang mereka seperti pakaian dan sebagainya ikut ludes dilahap si jago merah.

Di tempat yang sama, korban lainnya Ida berharap, ada perhatian kepada mereka, karena mereka hanya rakyat kecil yang menempati rumah kos yang ikut terbakar bersama barang-barang mereka, bahkan ada anak-anak kos yang hanya keluar dengan pakaian di badan.

Untuk diketahui, bentrok antar kelompok yang melibatkan warga di kawasan Pohon Pule dan Air Mata Cina, Kelurahan Urimessing Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Selasa (13/12) dinihari, menimbulkan 16 orang luka-luka dan lima unit rumah milik warga terbakar serta ratusan jiwa harus kembali mengungsi. (S-26)



Berita Terkait