Hukum ›› KPK Limpah Berkas Suap La Masikamba

KPK Limpah Berkas Suap La Masikamba


Ambon - Tim jaksa penuntut umum Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas mantan Kepala Kantor Pajak (KPP) Pratama Ambon, La Masikamba dan pe­me­riksa pajak, Suli­min Ratmin ke Peng­adilan Tipikor Ambon, Rabu (13/2).

La Masikamba dan Sulimin Ratmin akan diadili sebagai terdakwa kasus dugaan suap pajak. La Masikamba menerima suap  dari Pemilik CV. Angin Timur, Anthony Liando selaku wajib pajak sebesar Rp 670 juta. Sedangkan Sulimin Ratmin Rp 120 juta.

Suap diterima sejak  sejak 2016 hingga 2018, agar nilai pajak Anthoni Liando ditu­runkan dari nilai sebenarnya.

Tim JPU KPK yang dikoor­dinir, Feby Dwiyanospendy tiba di Pengadilan Tipikor Ambon sekitar pukul 10.35 WIT dengan mobil Toyota In­nova hitam, dan menye­rah­kan berkas La Masikamba dan Sulimin Ratmin.

“Jadi agenda hari ini, kami melimpahkan berkas dua terdakwa kasus suap pajak ke Pengadilan Tipikor Ambon. Keduanya sudah diti­tipkan di Rutan Klas II Ambon,” kata Feby, kepada Siwalima, usai pelimpahan berkas La Masikamba dan Sulimin Ratmin.

Ia menjelaskan, kedua terdakwa penerima suap pajak ini didakwakan sub­sider pasal 5 ayat 1 dan pri­mer pasal 13 UU Nomor 31 tahun 2009 tentang Pem­berantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, terdakwa La Masikamba juga didakwa menerima suap dan grati­fikasi dari para wajib pajak sebesar Rp 8 miliar.

Sementara juru bicara KPK, Febri Diansyah menje­laskan, KPK melimpahkan berkas dan dakwaan La Masikamba dan Sulimin Ratmin ke Pengadilan Tipi­kor Ambon, setelah penyi­dikan selesai dilakukan pa­da 31 Desember 2018 lalu.

Dua terdakwa telah diba­wa dari Jakarta untuk diti­tipkan di Rutan Ambon, sembari menunggu dan men­jalani proses persida­ngan di Pengadilan Tipikor Ambon.

“Selama proses penyidi­kan, diduga tersangka  La Masikamba menerima suap Rp 970 juta dan gratifikasi Rp 8 miliar dari sejumlah wajib pajak yang terdaftar di KPP Pratama Ambon,” ung­kap Febri kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Rabu (13/2).

Hal ini merupakan peng­embangan penyidikan dari uang Rp100 juta yang diamankan saat operasi tangkap tangan, pada 3 Oktober 2018 lalu dan dua bukti setor bank Rp550 juta dan Rp20juta.

“Kami sangat sayangkan karena dugaan penerimaan juga terjadi dari sejumlah wajib pajak yang lain di sana. Di tengah upaya kita ber­sama untuk meningkatkan penerimaan negara melalui pajak, namun sejumlah petu­gas pajak justru me­lakukan hal seperti ini,” tandas Febri.

Humas Pengadilan Ne­geri Ambon, Hery Setyobudi yang dikonfirmasi membe­narkan, bahwa berkas dak­waan La Masikamba dan Sulimin Ratmin sudah dite­rima. Selanjutnya akan dikoordinasikan ke ketua pengadilan untuk menen­tukan jadwal serta majelis hakim yang akan mengadili perkara ini.

Dua Tahun Terima 8 Miliar

Koordinator JPU KPK kasus suap pajak, Feby Dwi­yanospendy mengungkap­kan, dari hasil pengem­bangan penyidikan kasus suap pajak dengan terdakwa bos Angin Timur, Anthony Liando, penyidik KPK mene­mukan, selain menerima suap Rp 670 juta dari Anthony Liando, La Masikamba juga diduga menerima suap dari 12 wajib pajak selama dua tahun berjalan, sejak tahun 2017-2018 sebesar Rp 8 miliar.

“Jadi dari hasil pengem­bangan, ternyata tak hanya Rp 670 juta saja. Namun terdakwa La Masikamba juga diduga telah menerima suap dari wajib pajak lain di Kota Ambon sebesar Rp 8 miliar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyidik KPK juga telah memeriksa 12 penguasaha wajib pajak di Kota Ambon, termasuk pemilik rekening penam­pung uang suap Rp 550 juta, Muhammad Said.

“Jadi peran mereka se­men­tara didalami. Status mereka saat ini masih seba­tas saksi di kasus suap pajak tersebut. Ikutinya saja, sidangnya semua akan ter­ungkap nanti di persida­ngan,” jelasnya.

Untuk diketahui, 12 peng­usaha itu adalah Hengky Purwanto alias Wany (Simon Motor),  Leonard Tanjung (Pertokoan Mardika), Tuhu­teru John alias Titi (Toko Lima Satu), Siangny (RM Arumbai), Shanahan Alfred (Dian Pertiwi), Andreas Intan alias Kim Fui (Masohi), Loa Natalia (pegawai swasta), Hong Hartono Hoganda (Toko Fany), Sotan Alkilando Robin (CV.Maju Mandiri), Angdi Wibawa, Tan Pabula (Amans Hotel) dan Suryanto Liem, (Indo Jaya).

Tiga Tahun Bui

Sebelumnya majelis ha­kim Pengadilan Tipikor Ambon memvonis Direktur Utama CV. Angin Timur, Anthony Liando alias Atan tiga tahun penjara dalam kasus suap pajak. 

Selain pidana badan, Lian­do juga dihukum membayar denda Rp 150 juta, dengan ketentuan apabila terdakwa tidak sanggup membayar akan diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Majelis hakim saat mem­bacakan putusan pada persidangan Jumat (8/2), menyatakan, terdakwa Anthony Liando terbukti secara sah dan meyakinkan ber­salah melakukan tindak pidana suap terhadap La Masikamba saat menjabat Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ambon dan pemeriksa pajak Suli­min Ratmin, sejak tahun 2016 hingga 2018.

Nilai suap bervariasi. Ke­pada La Masikamba, Liando memberikan Rp 670 juta, sedangkan Sulimin Ratmin Rp 120 juta.

“Perbuatan terbukti mela­nggar ketentuan pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 ten­tang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagimana telah diubah dengan Un­dang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor jo pasal 64 ayat (1) KUHP (dakwaan primair),” tandas ketua majelis hakim, Pasti Tarigan.

Vonis majelis hakim sama dengan tuntutan tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menanggapi putusan majelis hakim yang diketuai, Pasti Taringan beranggota­kan Jenny Tulak, Felix Ronny Wuisan, Jefri Septa Sinaga dan Bernad Panjai­tan, terdakwa melalui pena­sehat hukumnya, Jonathan Kainama menyatakan mene­rima. Sedangkan jaksa KPK, Dormian masih menyatakan pikir-pikir, dengan alasan hasil putusan belum disam­paikan ke pimpinan KPK di Jakarta. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon