Pendidikan ›› Kreativitas Mengembangkan Potensi Alam

Kreativitas Mengembangkan Potensi Alam

Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak namun seringkali tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat di daerah ini. Namun salah seorang guru SDN 72 Ambon, Henderika Pormes/Talaksoru. memiliki kreatifitas untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut.

Sebelum mengabdi di sekolah yang terletak di Kompleks SD Latihan SPG,   Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, sejak muda Pormes telah mengem-bangkan potensi alam yang ada di daerah ini melalui berbagai karya seni dan kreatifitas, yang telah dibekalinya ketika menekuni pendidikan pada Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama pada tahun 1974 di Banda Naira, Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Sebut saja kerang-kerangan, cengkeh, kayu manis, pelepah kelapa, gaba-gaba, buah kelapa maupun sisik ikan, yang dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan yang dimodifikasikan secara modern sebagai aksesoris, perabot rumah tangga seperti vas bunga, tempat tisu, tempat permen/kue kering, penutup dan pengalas gelas termasuk juga merangkai kembang dengan menggunakan sisik ikan sebagai bahan dasarnya.

Pengalaman dan kreatifitas yang dimiliki oleh tamatan diploma PAK  tahun 2005 ini, ternyata tidak hanya disimpan untuk dirinya sendiri namun juga diimplementasikan bagi siswa-siswi didikannya, walaupun istri dari pensiunan anggota Polda Maluku ini, menyelesaikan pendidikan sarjana Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada UKIM, namun dengan hanya berpegangan pada surat tugas yang ditandatangani oleh Kepala SDN 72 Ambon, B Puttiruhu Nomor 10/SDN 72/2008 tertanggal 1 Agustus 2008, akhirnya Pormes ditunjuk untuk melaksanakan tugas sebagai guru pembina untuk membimbing siswa dalam membuat kembang dan aksesoris dari sisik ikan dan sebagainya.   

Dengan upaya dan kreativitas yang dimilikinya maka sejak tahun 1996 dirinya mengabdi pada SDN 72 Ambon itu, telah berhasil mengantarkan siswa maupun sekolah tersebut meraih prestasi karya akademis melalui pembuatan cinderamata pada tahun 2003 yang digelar oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata saat itu dan meraih juara II Tingkat Nasional serta karya monumental melalui pembuatan kembang dari sisik ikan yang meraih juara I Tingkat Nasional tahun 2008.

Bukan itu saja sebagai pembimbing siswa, berbagai lomba prestasi dan kreatifitas yang dilaksanakan tingkat Kota Ambon maupun Provinsi Maluku  juga pernah diraih oleh dirinya bahkan di tahun 2004 juga mengantarkan sekolah binaannya untuk mengikuti Lomba Prestasi dan Kreativitas Tingkat Nasional di Provinsi Bali dan berhasil meraih juara III.

Selain itu, ibu dari tiga anak ini juga mendapatkan kepercayaan sebagai pembimbing teman sejawat, yakni sebagai instruktur dan pemandu dalam keterampilan dan kerajinan tangan pada gugus sekolah, dasa wisma, Bhayangkari Polda Maluku maupun di jajaran polres se-Maluku.

Bahkan tidak sedikit hasil karyanya ikut dalam pameran di berbagai event nasional yang berlangsung Maluku maupun di beberapa provinsi di Indonesia.

“Ini sebagai salah satu talenta yang dianugrahkan Tuhan kepada saya sehingga talenta ini  harus dikembangkan bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang telah diimpelementasikan ini, baik kepada para siswa maupun dasa wisma dan anggota Bhayangkari ini tidak mubasir tetapi juga bisa dikembangkan untuk membantu pendapatan keluarga dengan tetap memberdayakan potensi alam yang ada, karena seringkali bahan olahan tersebut mudah diperoleh bahkan sering juga tidak dimanfaatkan padahal jika dimanfaatkan dengan berbagai kreativitas kerajinan tangan maka hasilnya sangat memuaskan. (febby koenoe)



Berita Terkait