Ambon - Berdasarkan skala usaha dan besarnya plafond kredit, penyaluran kredit didominasi oleh kredit mikro, dengan plafondnya di bawah Rp 50 juta sebesar 55,24 persen, diikuti oleh kredit kecil sebesar 24.62 persen, kredit menengah 16,24 persen dan sisanya kredit non UMKM sebesar 3,90 persen.
"Berdasarkan perkembangannya, jenis kredit mikro dan kecil mengalami peningkatan yaitu masing-masing sebesar Rp 126,13 miliar dan Rp 16,62 miliar atau tumbuh masing-masing sebesar 10,07 persen dan 2,78 persen selama satu tahun terakhir. Namun demikian, pertumbuhan kredit yang terbesar justru pada kredit non UMKM yang tumbuh sebesar 19,49 persen," ungkap Deputi Pemimpin Bank Indonesia Cabang Ambon, Pimpinan Bank Indonesia (BI) Cabang Ambon, Bandoe Widiarto, kepada Siwalima, di ruang kerjanya, kemarin.
Dikatakan, realisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh bank-bank pemerintah pelaksana KUR diprakirakan menjadi pendorong peningkatan kredit ini, dimana realisasi KUR di Provinsi Maluku yang disalurkan oleh lima bank pemerintah, masing-masing BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN dan Bank Maluku.
"KUR yang telah berhasil disalurkan di wilayah Maluku tercatat selama empat bulan terakhir ini sebesar Rp 133,9 Miliar dimana sebesar Rp 125 miliar (83,98 persen) berupa kredit modal kerja (KMK) sedangkan sisanya sebesar Rp 14 miliar (16,02 persen) berupa kredit investasi," ungkapnya.
Secara sektoral, kata dia, realisasi KUR di Provinsi Maluku terbanyak disalurkan pada sektor perdagangan, hotel dan restaurant yakni senilai 76,43 persen.
"Dilihat dari lokasi penyaluran, wilayah Ambon, Buru dan Banda menduduki peringkat pertama dengan penyaluran sebesar Rp 43 miliar (51,68 persen) diikuti wilayah SBB, SBT dan Malteng sebesar Rp 21 miliar serta wilayah Aru, MTB dan Malra sebesar Rp 84 miliar (23,41 persen),"terangnya.
Ditambahkan, dari sektor ekonomi, penyebaran KUR masih belum merata ke seluruh sektor yang tercermin dari besarnya pangsa KUR pada sektor perdagangan hotel dan restaurant.
Untuk itu, perbankan perlu melakukan diversifikasi pangsa pasarnya untuk lebih mendorong pertumbuhan KUR sehingga memiliki dampak yang cukup signifian terhadap perekonomian Maluku. (S-16)
|
|
|