Padahal, sudah ada kontrak kerja sebelumnya yang dilakukan antara pihak kontraktor dengan Dinas PU Kabupaten Bursel.
Demikian diungkapkan Ketua Fraksi Perjuangan Nurani Rakyat Daerah, DPRD Kabupaten Bursel, Sammy Latbual kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (23/6).
“Dari informasi yang kami dapatkan dari para kontraktor bahwa pekerjaan agak terlambat disebabkan karena belum di bayar oleh Dinas PU dengan alasan belum ada uang,” katanya.
Latbual mencontohkan, sejumlah proyek yang hingga saat ini Dinas PU Kabupaten Bursel yang belum dikerjakan, yaitu proyek Jalan Labuang Masnana, Jembatan Air Masnana, Jembatan Waelata, Jembatan Waega, dengan menelan anggaran puluhan milyar.
Sebagai anggota DPRD yang merupakan representatif rakyat, kata Latbual, sangat menyesalkan sikap Kulibongso selaku Kepala Dinas PU Maluku yang hingga kini belum mencairkan anggaran dari proyek-proyek tersebut, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi kerja pihak kontraktor dalam menyelesaikan proyek-proyek itu.
Menurutnya, proyek-proyek yang dibangun itu merupakan infrastruktur masyarakat yang sangat dibutuhkan dalam melakukan berbagai akses di Kabupaten Bursel ini.
“Kami akan tegas sehingga segera berkoordinasi dengan komisi terkait untuk segera mengagendakan pemanggilan terhadap Kulibongso, dan memintakan pertanggungjawabannya, bila perlu akan merekomendasikan kepada pihak kejaksaan untuk mengusutnya, karena di duga melakukan tindakan korupsi sehingga sejumlah proyek sampai saat ini belum selesai,” tandasnya. (S-16)