Kriminal ›› Latulumamina Resmi Dilaporkan ke Polda Maluku Terkait Illegal Logging

Latulumamina Resmi Dilaporkan ke Polda Maluku

Ambon - Pengelola Areal Penebangan Lain (APL) di Desa Kasieh Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), M.Lutfi Latulumamina resmi dilaporkan oleh panitia pembangunan Masjid Desa Kasieh dan perangkat Desa Kasieh ke Polda Maluku, Selasa (26/3).

Laporan tersebut atas tindakan pembalakan liar dan penipuan terhadap warga Desa Kasih atas penebangan Kayu mengatasnamakan panitia pembangunan Masjid At-Taqwa.

Kepada Siwalima,  di Ambon Rabu (27/3) Ketua Panitia Ismet Lain di dampingi Dayan Laluti sebagai koordinator panitia pembangunan Masjid dan perangkat Desa Kasih menjelaskan, laporan tersebut telah diresponi oleh pihak Polda Maluku.

“Kami sudah melaporkan secara resmi agar Polda segera melakukan pengusutan terhadap kasus ini sehingga tidak lagi ada keresahan di masyarakat dan dapat segera menghentikan tindakan itu karena sudah terjadi pelanggaran. Kami juga melaporkan ada pembiaran Dishut SBB. Sudah jelas-jelas ada tindak pidana,” tandasnya.

Ismmet menjelaskan, dirinya bersama Kepala Pemuda Kasieh Abdul Mutalib Leimoso, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) M T Nuruwe, perwakilan tiga soa saniri negeri Sarifudin Maun, bendahara panitia pembangunan masjid Hj Jafar Eli, perwakilan panitia cabang Ambon dan koordinator panitia serta beberapa tokoh masyarakat setelah melaporkan langsung menuju ke DPRD Maluku untuk melaporkan kasus yang sama dan Dinas Kehutanan Provinsi Maluku.

“Kita juga melaporkan ke DPRD Maluku dan langsung ditemui ketua DPRD Pa Sohilauw. beliau langsung meresponi kita dan akan berkoordinasi dengan Bupati untuk menyampikan persoalan ini dan menindak tegas dishut SBB serta mengklarifikasi hal ini kenapa bisa terjadi,” ungkap Ismet.

Usai bertemu dengan ketua DPRD, pihaknya juga langsung bertemu dengan Kadis Kehutanan Maluku Asam Bandjar dan menyampaikan maksud tersebut.

“Ternyata sudah ada teguran bahkan pembinaan dari dishut provinsi bahkan yang bersangkutan buat surat pernyataan tidak ulangi kenyataan masih lakukan dan itu di daerah bantaran sungai. Ini disampaikan langsung oleh Kadis sendiri dan Kadis sudah berjanji segera menindaklanjutinnya,” kata Ismet.

Ia mengungkapkan, langkah yang ditempuh oleh perangkat Desa dan Panitia pasalnya, selama ini apa yang disampaikan Latulumamina tidak terealisasi bahkan yang bersangkutan pernah menyerahkan sebesar Rp 50 juta untuk kompensasi ke pembangunan Masjid tahun 2012 lalu tetapi ditarik kembali oleh Latulumamina.

“Ini namanya kejatahan. Sudah jelas tidak ada Ijin. Ini kami duga ada permainan dengan dishut kabupaten sehingga semuanya telah dikondisikan. bayangkan saja kayu sekarang sekitar 300 kubik di hutan dan pinggiran pantai di Kasieh siap diangkut ke Ambon. Kami meminta agar segera di tindaklanjuti karena penebangan dilakukan di bantaran sungai yang adalah sumber air bagi kehidupan masyarakat. Ini akan berakibat fatal kedepan.,” tegas Ismet.

Bukan saja panitia pembangunan Masjid yang ditipu, tiga Soa di Desa Kasieh juga ditipu. Padahal mereka awalnya mendukung langkah Latulumamina. Tetapi kenyataannya tertipu dan akhirnya menarik surat pernyataan yang dibuat di Dishut SBB terhadap proses penebangan tersebut.

“Ini harus segera disikapi. mudah-mudahan dengan laporan ke Polda, DPRD dan Dishut Maluku segera teratasi akan menghindari terjadinya hal-hal termasuk bentrok antar sesama masyarakat akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,”(S-27)



Berita Terkait


Ambon